Australia Bakal Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB, Buntut Kekecewaan Terhadap Israel
Lusi mahgriefie
Selasa, 12 Agustus 2025 - 15:34 WIB
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. Foto: ist
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyangkal akan konsekuensi perang di Gaza.
Albanese pada hari Senin (11/8) mengumumkan, negaranya akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada bulan September, menyusul langkah serupa yang diambil oleh Inggris, Prancis, dan Kanada.
Ia mengatakan rasa frustrasi dan kecewa terhadap pemerintah Israel berperan dalam langkah tersebut, dan mengatakan bahwa warga Australia "ingin melihat pembunuhan dan siklus kekerasan dihentikan".
Israel mendapat banyak tekanan untuk segera mengakhiri perang di Gaza. Negara menganggap bahwa mengakui negara Palestina merupakan "hadiah bagi terorisme", dan Netanyahu menyebut keputusan yang diambil oleh Australia dan sekutu lainnya "memalukan".
Baca juga:Kanada Ikuti Langkah Prancis dan Inggris, dengan Mengakui Negara Palestina
Netanyahu dan pemerintahannya menghadapi kecaman yang semakin meningkat atas laporan kelaparan di Gaza.
Bahkan lima orang meninggal dunia akibat malnutrisi dalam 24 jam terakhir, termasuk satu anak, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas. Sehingga jumlah total kematian akibat malnutrisi menjadi 222, termasuk 101 anak-anak.
Albanese pada hari Senin (11/8) mengumumkan, negaranya akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada bulan September, menyusul langkah serupa yang diambil oleh Inggris, Prancis, dan Kanada.
Ia mengatakan rasa frustrasi dan kecewa terhadap pemerintah Israel berperan dalam langkah tersebut, dan mengatakan bahwa warga Australia "ingin melihat pembunuhan dan siklus kekerasan dihentikan".
Israel mendapat banyak tekanan untuk segera mengakhiri perang di Gaza. Negara menganggap bahwa mengakui negara Palestina merupakan "hadiah bagi terorisme", dan Netanyahu menyebut keputusan yang diambil oleh Australia dan sekutu lainnya "memalukan".
Baca juga:Kanada Ikuti Langkah Prancis dan Inggris, dengan Mengakui Negara Palestina
Netanyahu dan pemerintahannya menghadapi kecaman yang semakin meningkat atas laporan kelaparan di Gaza.
Bahkan lima orang meninggal dunia akibat malnutrisi dalam 24 jam terakhir, termasuk satu anak, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas. Sehingga jumlah total kematian akibat malnutrisi menjadi 222, termasuk 101 anak-anak.