Kemendikdasmen Latih Siswa SMK di Jakarta dalam Meningkatkan Literasi Digital
Lusi mahgriefie
Senin, 15 September 2025 - 08:46 WIB
sumber: kemendikdasmen
Sebanyak 180 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dari berbagai sekolah di DKI Jakarta turut serta dalam kegiatan Peningkatan Literasi Siswa melalui Pembuatan Konten Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025.
Kegiatan yang digelar oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini, merupakan bagian dari program prioritas Kemendikdasmen di bidang pembangunan kebahasaan dan kesastraan.
Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berupaya melahirkan generasi muda yang tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Literasi kebahasaan dan kesastraan yang dikemas dalam bentuk konten digital diyakini akan menjangkau masyarakat lebih luas serta memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai identitas, jati diri, dan alat pemersatu bangsa.
Baca juga:Membanggakan! Deretan Karya Siswa SMK Jatim Ini Tembus Panggung Fesyen Internasional
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memiliki dua sisi, bernilai positif bila dimanfaatkan dengan baik dan sesuai dengan norma serta etika. Namun, jika tidak ada ruang, batas, aturan, dan pengawasan dari orang tua, teknologi justru bisa menjadi bumerang bagi generasi muda.
Hafidz menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran penting agar siswa tidak terjebak dalam penggunaan teknologi tanpa arah. "Kegiatan peningkatan literasi siswa melalui pembuatan konten kebahasaan dan kesastraan akan memandu mereka memanfaatkan teknologi digital dan media sosial secara bijak dan bermanfaat," ujar Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, di Jakarta, dikutip Senin (15/9/2025).
Lebih lanjut, Hafidz berharap para peserta tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata. "Saya berharap mereka dapat menghasilkan karya kreatif yang menarik, menginspirasi rekan-rekannya, dan menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda," ujar Hafidz.
Kegiatan yang digelar oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini, merupakan bagian dari program prioritas Kemendikdasmen di bidang pembangunan kebahasaan dan kesastraan.
Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berupaya melahirkan generasi muda yang tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Literasi kebahasaan dan kesastraan yang dikemas dalam bentuk konten digital diyakini akan menjangkau masyarakat lebih luas serta memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai identitas, jati diri, dan alat pemersatu bangsa.
Baca juga:Membanggakan! Deretan Karya Siswa SMK Jatim Ini Tembus Panggung Fesyen Internasional
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memiliki dua sisi, bernilai positif bila dimanfaatkan dengan baik dan sesuai dengan norma serta etika. Namun, jika tidak ada ruang, batas, aturan, dan pengawasan dari orang tua, teknologi justru bisa menjadi bumerang bagi generasi muda.
Hafidz menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran penting agar siswa tidak terjebak dalam penggunaan teknologi tanpa arah. "Kegiatan peningkatan literasi siswa melalui pembuatan konten kebahasaan dan kesastraan akan memandu mereka memanfaatkan teknologi digital dan media sosial secara bijak dan bermanfaat," ujar Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, di Jakarta, dikutip Senin (15/9/2025).
Lebih lanjut, Hafidz berharap para peserta tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata. "Saya berharap mereka dapat menghasilkan karya kreatif yang menarik, menginspirasi rekan-rekannya, dan menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda," ujar Hafidz.