Hamas Setujui Proposal Damai AS, Trump: Israel Harus Setop Bom Gaza
Esti setiyowati
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 12:31 WIB
Hamas Setujui Proposal Damai AS, Trump: Israel Harus Setop Bom Gaza. Foto: Ist.
Pejabat senior Hamas, Mousa Abu Marzouk, mengatakan pada Jumat (3/10/2025), setuju pada rencana Presiden AS Donald Trump tentang gencatan senjata di Jalur Gaza "secara prinsip", seperti dilaporkan Anadolu.
Marzouk mengatakan bahwa pihaknya mendukung garis besar proposal, sekaligus menekankan bahwa implementasinya akan membutuhkan negosiasi.
Baca juga: Harapan Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Belum Putuskan Sikap
Dalam sebuah wawancara dengan jaringan Al Jazeera, Marzouk menekankan bahwa Hamas "akan menyerahkan senjatanya kepada negara Palestina di masa depan," dan nasib rakyat Palestina adalah "masalah nasional yang tidak dapat diputuskan sendiri oleh Hamas."
Hamas menyetujui pembebasan semua tawanan Israel, pengiriman jenazah korban, dan penyerahan pemerintahan Gaza kepada badan teknokratis Palestina yang independen.
Israel memperkirakan 48 warganya yang ditawan berada di Gaza, termasuk 20 orang yang masih hidup, sementara sekitar 11.100 warga Palestina ditahan di penjara-penjara zionis, mengalami penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis hingga mengakibatkan banyak korban tewas, seperti dilaporkan media dan hak asasi manusia Palestina dan Israel.
Sementara sekitar 11.100 warga Palestina ditahan di penjara-penjaranya, menderita penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, yang mengakibatkan banyak korban tewas, menurut laporan media danhak asasi manusia Palestina dan Israel.
Marzouk mengatakan bahwa pihaknya mendukung garis besar proposal, sekaligus menekankan bahwa implementasinya akan membutuhkan negosiasi.
Baca juga: Harapan Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Belum Putuskan Sikap
Dalam sebuah wawancara dengan jaringan Al Jazeera, Marzouk menekankan bahwa Hamas "akan menyerahkan senjatanya kepada negara Palestina di masa depan," dan nasib rakyat Palestina adalah "masalah nasional yang tidak dapat diputuskan sendiri oleh Hamas."
Hamas menyetujui pembebasan semua tawanan Israel, pengiriman jenazah korban, dan penyerahan pemerintahan Gaza kepada badan teknokratis Palestina yang independen.
Israel memperkirakan 48 warganya yang ditawan berada di Gaza, termasuk 20 orang yang masih hidup, sementara sekitar 11.100 warga Palestina ditahan di penjara-penjara zionis, mengalami penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis hingga mengakibatkan banyak korban tewas, seperti dilaporkan media dan hak asasi manusia Palestina dan Israel.
Sementara sekitar 11.100 warga Palestina ditahan di penjara-penjaranya, menderita penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, yang mengakibatkan banyak korban tewas, menurut laporan media danhak asasi manusia Palestina dan Israel.