Tafsir Surah Al Maun tentang Salat, Yuk Perbaiki Kualitas Ibadah
Fajar adhitya
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 06:00 WIB
Tafsir Surah Al Maun tentang shalat. (Foto: iStock).
Tafsir surahAl Maun tentang salat menjadi pedoman bagiumat Islam. Ibadah ini merupakan rukun dari Arkanul Islam yang tidak boleh ditinggalkan sama sekali.
Rasulullah menegaskan, "Antara seorang hamba dengan kekufuran adalah meninggalkansalat." (HR Muslim).
Bahkan, Nabi tidak mensalatkan orang mati yang semasa hidupnya meninggalkan ibadah 5 waktu tersebut.
Sudah sewajibnya bagi seorang Muslim terus berusaha memperbaiki kualitas ibadahnya. Tidak ada alasan untuk meninggalkan salat, bahkan mereka yang memiliki uzur, ada keringanan atau rukhsah.
Baca juga: Tafsir Surah Al-Hajj Ayat 32: Berkurban Mengagungkan Syiar Allah
Semisal mereka yang dalam perjalanan (safar) bisa menjamak atau qasar shalat. Begitu juga orang-orang sakit bisa mengerjalan shalat sambil duduk atau berbaring. Bahkan orang yang berperang sekali pun tak boleh meninggalkan shalat.
Shalat yang lima waktu tersebut jangan sekali-kali ditinggalkan. Jika salah satunya dengan segaja ditinggalkan, misalnya shalat Ashar, dengan alasan sibuk bekerja, rapat, pesta, dan sebagainya, maka kita akan mendapatkan peringatan dari Nabi SAW.
Rasulullah menegaskan, "Antara seorang hamba dengan kekufuran adalah meninggalkansalat." (HR Muslim).
Bahkan, Nabi tidak mensalatkan orang mati yang semasa hidupnya meninggalkan ibadah 5 waktu tersebut.
Sudah sewajibnya bagi seorang Muslim terus berusaha memperbaiki kualitas ibadahnya. Tidak ada alasan untuk meninggalkan salat, bahkan mereka yang memiliki uzur, ada keringanan atau rukhsah.
Baca juga: Tafsir Surah Al-Hajj Ayat 32: Berkurban Mengagungkan Syiar Allah
Semisal mereka yang dalam perjalanan (safar) bisa menjamak atau qasar shalat. Begitu juga orang-orang sakit bisa mengerjalan shalat sambil duduk atau berbaring. Bahkan orang yang berperang sekali pun tak boleh meninggalkan shalat.
Shalat yang lima waktu tersebut jangan sekali-kali ditinggalkan. Jika salah satunya dengan segaja ditinggalkan, misalnya shalat Ashar, dengan alasan sibuk bekerja, rapat, pesta, dan sebagainya, maka kita akan mendapatkan peringatan dari Nabi SAW.