Momen Bersejarah, Pertama Kali Mendikdasmen Pidato dalam Bahasa Indonesia di Sidang UNESCO
Lusi mahgriefie
Selasa, 04 November 2025 - 10:26 WIB
Momen Bersejarah, Pertama Kali Mendikdasmen Pidato dalam Bahasa Indonesia di Sidang UNESCO
Untuk pertama kalinya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti akan berpidato dalam Bahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCO, Uzbekistan, hari ini. Tentunya ini menjadi momen bersejarah.
Menjadi momentum penting dan bersejarah sebab ini menjadi pertama kalinya Menteri Mu'ti berpidato menggunakan bahasa Indonesia di forum UNESCO PBB pada Selasa, 4 November 2025, sekira pukul 10.00 WIB. Pidato ini bisa disaksikan melalui UNESCO Web TV.
Hal ini tentu menjadi langkah penting dalam hal diplomasi Indonesia. Tidak hanya menegaskan jati diri bangsa Indonesia di kancah internasional, tetapi menunjukkan bahwa bahasa Indonesia diakui dan dihargai dunia.
Sebelumnya, Abdul Mu'ti mengumumkan bahwa Bahasa Indonesia akan digunakan dalam Konferesi UNESCO.
"Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO. Insya Allah nanti pekan ini saya akan ke Uzbekistan. Saya akan berpidato menggunakan Bahasa Indonesia dan menjadi awal dari digunakannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO," mengutip laman resmi Kemendikdasmen.
Baca juga:Pesan Kuat Fadli Zon di UNESCO: Budaya Bukan Privilese, Tapi Hak Semua
Pernyataan ini menegaskan bahwa Indonesia turut memperkuat posisi diplomasi bahasa dan budaya melalui UNESCO, bukan hanya sebagai komunikasi diplomatik, tetapi sebagai alat pemersatu bangsa dan identitas nasional.
Menjadi momentum penting dan bersejarah sebab ini menjadi pertama kalinya Menteri Mu'ti berpidato menggunakan bahasa Indonesia di forum UNESCO PBB pada Selasa, 4 November 2025, sekira pukul 10.00 WIB. Pidato ini bisa disaksikan melalui UNESCO Web TV.
Hal ini tentu menjadi langkah penting dalam hal diplomasi Indonesia. Tidak hanya menegaskan jati diri bangsa Indonesia di kancah internasional, tetapi menunjukkan bahwa bahasa Indonesia diakui dan dihargai dunia.
Sebelumnya, Abdul Mu'ti mengumumkan bahwa Bahasa Indonesia akan digunakan dalam Konferesi UNESCO.
"Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO. Insya Allah nanti pekan ini saya akan ke Uzbekistan. Saya akan berpidato menggunakan Bahasa Indonesia dan menjadi awal dari digunakannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO," mengutip laman resmi Kemendikdasmen.
Baca juga:Pesan Kuat Fadli Zon di UNESCO: Budaya Bukan Privilese, Tapi Hak Semua
Pernyataan ini menegaskan bahwa Indonesia turut memperkuat posisi diplomasi bahasa dan budaya melalui UNESCO, bukan hanya sebagai komunikasi diplomatik, tetapi sebagai alat pemersatu bangsa dan identitas nasional.