Asal Mula Maulid Nabi, Dipopulerkan Salahuddin Al Ayubi untuk Membebaskan Al Aqsha
Muhajirin
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 20:29 WIB
Ilustrasi perayaan Maulid Nabi di Masjidil Aqsha oleh umat Islam di Palestina pada tahun 2017 (foto: middleeastmonitor.com)
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi baik yang berkembang di tengah masyarakat muslim untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mayoritas Ulama sepakat Rasulullah SAW lahir pada 12 Rabiul Awal di Kota Makkah. Tahun ini, peringatan maulid akan jatuh pada 19 Oktober 2021 mendatang.
Baca Juga:Rasulullah Tak Pernah Marah karena Urusan Pribadi, Tapi Marah Saat Ajaran Islam Dicederai
Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), Prof Dr. M. Quraish Shihab menyebut perayaan maulid nabi belum dikenal pada masa sahabat. Perayaan maulid pertama kali diperkenalkan pada abad keempat Hijriah.
“Perayaan maulid tidak dikenal pada masa ‘Utsman, bahkan pada abad-abad pertama Hijriah. Perayaan maulid baru diperkenalkan oleh Dinasti Fatimiyah abad keempat Hijriah di Mesir dan lain-lain,” kata Quraish Shihab, dikutip dari laman cariustadz.id, Jumat (8/10/2021).
Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali dikenal pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir. Dinasti itu berkuasa pada rentang 362-567 H.
Baca Juga:Sejarah Shalawat Burdah: Ditulis Imam Busyiri saat Lumpuh, Sembuh Setelah Bermimpi Jumpa Nabi
Dinasti Fatimiyah juga mengadakan hari Asyura, Maulid Ali, Maulid Hasan, Maulid Husein, Maulid Fatimah dan lain sebagainya. Perayaan maulid sempat dilarang oleh Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy dan kembali diperbolehkan pada masa Amir li Ahkamillah pada 524 H.
Baca Juga:Rasulullah Tak Pernah Marah karena Urusan Pribadi, Tapi Marah Saat Ajaran Islam Dicederai
Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), Prof Dr. M. Quraish Shihab menyebut perayaan maulid nabi belum dikenal pada masa sahabat. Perayaan maulid pertama kali diperkenalkan pada abad keempat Hijriah.
“Perayaan maulid tidak dikenal pada masa ‘Utsman, bahkan pada abad-abad pertama Hijriah. Perayaan maulid baru diperkenalkan oleh Dinasti Fatimiyah abad keempat Hijriah di Mesir dan lain-lain,” kata Quraish Shihab, dikutip dari laman cariustadz.id, Jumat (8/10/2021).
Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali dikenal pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir. Dinasti itu berkuasa pada rentang 362-567 H.
Baca Juga:Sejarah Shalawat Burdah: Ditulis Imam Busyiri saat Lumpuh, Sembuh Setelah Bermimpi Jumpa Nabi
Dinasti Fatimiyah juga mengadakan hari Asyura, Maulid Ali, Maulid Hasan, Maulid Husein, Maulid Fatimah dan lain sebagainya. Perayaan maulid sempat dilarang oleh Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy dan kembali diperbolehkan pada masa Amir li Ahkamillah pada 524 H.