Rehabilitasi Lahan Pertanian di Sumut, Kementan Fokus Pada Kebun Cabai
Lusi mahgriefie
Selasa, 16 Desember 2025 - 10:57 WIB
Rehabilitasi Lahan Pertanian di Sumut, Kementan Fokus Pada Kebun Cabai
Kementerian Pertanian (Kementan) akan segera merehabilitasi lahan pertanian hortikultura di Sumatera Utara (Sumut), yang terdampak bencana banjir dan longsor. Rehabilitasi ini difokuskan pada kebun cabai, mengingat luas lahan yang terdampak cukup signifikan.
Tercatat sekira 436,99 hektare tanaman cabai di Sumut terdampak bencana dan akan direhabilitasi, disertai sebagian kecil lahan sayuran.
Untuk mendukung program tersebut, Kementan menyiapkan lebih dari 1.800 saset bibit cabai, sekaligus membantu pengolahan lahan pertanian.
"Kami bergerak cepat terutama untuk lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk cabai, total sekitar 440 hektare (Sumut 436,99 hektare dan Sumbar 3,04 hektare) InsyaAllah, minggu ini sudah clear semuanya," kata Direktur Sayur dan Tanaman Obat Kementan, M Agung Sanusi, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 secara virtual Senin (15/12/2025).
Baca juga:Pemerintah Aceh Resmi Surati PBB dan Lembaga Internasional, Meminta Bantuan Pascabencana
Wakil Gubernur Sumut Surya memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan memberikan dukungan penuh terhadap rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana. Ia berharap langkah ini dapat menekan potensi lonjakan harga pangan, mengingat Sumut masih berstatus daerah bencana.
"Kita akan memberikan dukungan penuh terhadap rehabilitasi lahan hortikultura. Mudah-mudahan melalui kerja sama seluruh pihak, kenaikan harga komoditas di Sumut bisa kita redam," ujar Surya.
Tercatat sekira 436,99 hektare tanaman cabai di Sumut terdampak bencana dan akan direhabilitasi, disertai sebagian kecil lahan sayuran.
Untuk mendukung program tersebut, Kementan menyiapkan lebih dari 1.800 saset bibit cabai, sekaligus membantu pengolahan lahan pertanian.
"Kami bergerak cepat terutama untuk lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk cabai, total sekitar 440 hektare (Sumut 436,99 hektare dan Sumbar 3,04 hektare) InsyaAllah, minggu ini sudah clear semuanya," kata Direktur Sayur dan Tanaman Obat Kementan, M Agung Sanusi, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 secara virtual Senin (15/12/2025).
Baca juga:Pemerintah Aceh Resmi Surati PBB dan Lembaga Internasional, Meminta Bantuan Pascabencana
Wakil Gubernur Sumut Surya memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan memberikan dukungan penuh terhadap rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana. Ia berharap langkah ini dapat menekan potensi lonjakan harga pangan, mengingat Sumut masih berstatus daerah bencana.
"Kita akan memberikan dukungan penuh terhadap rehabilitasi lahan hortikultura. Mudah-mudahan melalui kerja sama seluruh pihak, kenaikan harga komoditas di Sumut bisa kita redam," ujar Surya.