home global news

Wamenag: Dakwah Harus Dilakukan Persuasif, Bukan Sporadis

Senin, 11 Oktober 2021 - 15:01 WIB
Sudah tujuh tahun teras ini menjadi basis dakwah anak-anak muda Yogyakarta yang kelak dinisbatkan sebagai nama lembaga Teras Dakwah. Foto: Dok. Teras Dakwah
Dakwah Islamiyah haruslah dilakukan secara sistematis, metodologis, persuasif, dan tidak secara sporadis. Dakwah juga harus menjadi sarana menguatkan persaudaraan seagama dan sebangsa.

Hal ini disampaikan Wamenag Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengingatkan kepada para dai bahwa saat memberikan Prasaran dalam Webinar Kebangsaan dan Pelepasan Dai DPP Wahdah Islamiyah, Sabtu (9/10/2021). Mengutip Buya Hamka, dia mengingatkan para dai akan prinsip dasar dalam berdakwah.

Baca Juga:Ingin Punya Anak Shaleh? Persiapkan Sejak Masih Jomblo

"Saya ingin mengutip petuah ulama besar Prof Dr Hamka, salah seorang maestro dakwah dan ulama intelektual muslim yang tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia, di mana pemikiran dan langkah dakwahnya konsisten dalam bingkai kecintaan terhadap Islam dan kecintaan pada tanah air Indonesia. Beliau menuturkan bahwa dakwah itu membina bukan menghina," ujarnya.

Masih mengutip Buya Hamka, dia mengatakan bahwa dakwah itu mendidik bukan membidik, dakwah itu mengobati bukan melukai, dakwah itu mengukuhkan bukan meruntuhkan, dakwah itu saling menguatkan bukan saling melemahkan, dakwah itu mengajak bukan mengejek, dakwah itu menyejukkan bukan memojokkan.

"Dakwah itu mengajar bukan menghajar, dakwah itu saling belajar bukan bertengkar, dan dakwah itu menasihati bukan mencaci maki," ujarnya.

Baca Juga:Menelusuri Jejak Jalur Dakwah Pendiri Gontor di Palembang dan Sumbagsel
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
zainut tauhid sa’adi kemenag digital wahdah islamiyah dakwah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya