Khofifah Ingatkan Esensi Isra Mikraj sebagai Perekat Bangsa
Esti setiyowati
Jum'at, 16 Januari 2026 - 18:34 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Ingatkan Esensi Isra Mikraj sebagai Perekat Bangsa. Foto Ist
Isra Mikrajadalah salah satu momen krusial dalam sejarah Islam, di mana Rasulullah SAW mendapatkan hikmah dan pengetahuan luar biasa bagi kemaslahatan alam semesta.
Isra dimaknai sebagai perjalanan malam beliau dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, yang kemudian dilanjutkan dengan Mi'raj, yakni kenaikan beliau ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh.
Peristiwa yang berlangsung hanya dalam satu malam ini menjadi sangat sakral karena saat itulah Nabi Muhamad SAW mendapatkan perintah ibadah shalat lima waktu.
Baca juga: Menjemput Berkah Isra Miraj: Rahasia Doa Mustajab di Malam 27 Rajab
Pada peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat (16/1/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan dan kedisiplinan dalam beribadah.
Di Surabaya, Khofifah menekankan bahwa inti dari peringatan ini adalah memperbaiki kualitas salat lima waktu, mengingat perintah tersebut diterima langsung oleh Rasulullah di Sidratul Muntaha.
"Dari Isra Mikraj inilah lahir perintah salat lima waktu. Bayangkan, Rasulullah dipanggil langsung ke langit ke tujuh untuk menerima perintah ini. Maka, yang pertama-tama harus kita perbaiki dalam momentum ini adalah disiplin shalat kita," kata Khofifah di Surabaya.
Isra dimaknai sebagai perjalanan malam beliau dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, yang kemudian dilanjutkan dengan Mi'raj, yakni kenaikan beliau ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh.
Peristiwa yang berlangsung hanya dalam satu malam ini menjadi sangat sakral karena saat itulah Nabi Muhamad SAW mendapatkan perintah ibadah shalat lima waktu.
Baca juga: Menjemput Berkah Isra Miraj: Rahasia Doa Mustajab di Malam 27 Rajab
Pada peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat (16/1/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan dan kedisiplinan dalam beribadah.
Di Surabaya, Khofifah menekankan bahwa inti dari peringatan ini adalah memperbaiki kualitas salat lima waktu, mengingat perintah tersebut diterima langsung oleh Rasulullah di Sidratul Muntaha.
"Dari Isra Mikraj inilah lahir perintah salat lima waktu. Bayangkan, Rasulullah dipanggil langsung ke langit ke tujuh untuk menerima perintah ini. Maka, yang pertama-tama harus kita perbaiki dalam momentum ini adalah disiplin shalat kita," kata Khofifah di Surabaya.