Kampanye Damai Bocah Autis Inggris Lawan Islamofobia Rambah Kota Suci Madinah
Esti setiyowati
Rabu, 11 Februari 2026 - 20:58 WIB
Kampanye Damai Bocah Autis Inggris Lawan Islamofobia Rambah Kota Suci Madinah. Foto: Arab News.
Joshua Harris, seorang bocah autis non-verbal asal Inggris, kini memperluas kampanye perdamaiannya melawan Islamofobia ke kancah internasional.
Saat mengunjungi kota suci Madinah, ia menyesuaikan pesan persatuannya dengan mengubah slogan kampanyenya dari "Kue bukan benci" (Cake not hate) menjadi "Kurma bukan benci" (Dates not hate).
Baca juga: Anak Autisme Butuh Dukungan Tepat Sesuai Tingkat Keparahan
Joshua, yang popular dengan julukan "The Joshie-Man" beberapa bulan terakhir mengunjungi puluhan masjid di Inggris. Ia membagikan kue buatannya sendiri kepada para jamaah masjid sebagai bentuk solidaritas, seperti dilansir dari Arab News, Rabu (11/2/2026).
Aksi ini bermula saat masjid di kampung halaman Joshua, Peterborough, diserang kelompok Islamofobia pada Oktober 2025.
Sebagai bentuk simpati, Joshua dan ayahnya membawakan kue buatan sendiri ke masjid tersebut untuk dibagikan kepada jamaah. Aksi tulus bocah 12 tahun ini pun menjadi viral.
Dalam perjalanannya ke Timur Tengah, Joshua membawa semangat yang sama di Madinah. Berbeda dengan di Inggris, Joshua menyesuaikan aksinya dengan konteks lokal.
Saat mengunjungi kota suci Madinah, ia menyesuaikan pesan persatuannya dengan mengubah slogan kampanyenya dari "Kue bukan benci" (Cake not hate) menjadi "Kurma bukan benci" (Dates not hate).
Baca juga: Anak Autisme Butuh Dukungan Tepat Sesuai Tingkat Keparahan
Joshua, yang popular dengan julukan "The Joshie-Man" beberapa bulan terakhir mengunjungi puluhan masjid di Inggris. Ia membagikan kue buatannya sendiri kepada para jamaah masjid sebagai bentuk solidaritas, seperti dilansir dari Arab News, Rabu (11/2/2026).
Aksi ini bermula saat masjid di kampung halaman Joshua, Peterborough, diserang kelompok Islamofobia pada Oktober 2025.
Sebagai bentuk simpati, Joshua dan ayahnya membawakan kue buatan sendiri ke masjid tersebut untuk dibagikan kepada jamaah. Aksi tulus bocah 12 tahun ini pun menjadi viral.
Dalam perjalanannya ke Timur Tengah, Joshua membawa semangat yang sama di Madinah. Berbeda dengan di Inggris, Joshua menyesuaikan aksinya dengan konteks lokal.