Silaturahmi Lintas Negara
Rindu Ramadhan Indonesia, Yasmine Citra Rela Tempuh 1,5 Jam Demi War Takjil di Ansan
Esti setiyowati
Senin, 09 Maret 2026 - 08:00 WIB
Rindu Ramadhan Indonesia, Yasmine Citra Rela Tempuh 1,5 Jam Demi War Takjil di Ansan. Foto: dok pribadi.
Bulan Ramadhan identik dengan satu pemandangan khas menjelang senja, yakni keramaian orang berburu takjil. Di pinggir jalan, pasar kaget, hingga pusat kuliner, masyarakat berbondong-bondong membeli makanan untuk berbuka puasa.
Fenomena ini bahkan melahirkan istilah populer di media sosial, wartakjil.
War takjil menggambarkan antusiasme tinggi masyarakat saat berburu makanan berbuka puasa. Biasanya terjadi pada sore hari, selepas Ashar hingga menjelang Maghrib. Di kota-kota besar seperti Jakarta, sejumlah lokasi bahkan dikenal sebagai pusat perburuan takjil, seperti Pasar Benhil, Pasar Santa, Masjid Sunda Kelapa, Tebet, hingga sepanjang Jalan Panjang.
Baca juga: Ramadhan Sryang Tera di Nottingham: Ketika Ilmu, Iman, dan Takdir Berpadu
Namun siapa sangka, suasana serupa, meski dalam skala lebih kecil, ternyata juga bisa ditemukan jauh dari Tanah Air, tepatnya di Korea Selatan.
Hal itu dialami oleh Yasmine Citra Dian Utami, perempuan asal Situbondo yang telah menetap di Seoul selama empat tahun. Ramadhan tahun ini menghadirkan kejutan kecil yang membuatnya merasa lebih dekat dengan suasana kampung halaman.
Bagi Yasmine, menemukan tempat berburu takjil di Kota Ansan, sekitar Seoul, adalah pengalaman yang membangkitkan kerinduan akan Ramadhan di Indonesia.
Fenomena ini bahkan melahirkan istilah populer di media sosial, wartakjil.
War takjil menggambarkan antusiasme tinggi masyarakat saat berburu makanan berbuka puasa. Biasanya terjadi pada sore hari, selepas Ashar hingga menjelang Maghrib. Di kota-kota besar seperti Jakarta, sejumlah lokasi bahkan dikenal sebagai pusat perburuan takjil, seperti Pasar Benhil, Pasar Santa, Masjid Sunda Kelapa, Tebet, hingga sepanjang Jalan Panjang.
Baca juga: Ramadhan Sryang Tera di Nottingham: Ketika Ilmu, Iman, dan Takdir Berpadu
Namun siapa sangka, suasana serupa, meski dalam skala lebih kecil, ternyata juga bisa ditemukan jauh dari Tanah Air, tepatnya di Korea Selatan.
Hal itu dialami oleh Yasmine Citra Dian Utami, perempuan asal Situbondo yang telah menetap di Seoul selama empat tahun. Ramadhan tahun ini menghadirkan kejutan kecil yang membuatnya merasa lebih dekat dengan suasana kampung halaman.
Bagi Yasmine, menemukan tempat berburu takjil di Kota Ansan, sekitar Seoul, adalah pengalaman yang membangkitkan kerinduan akan Ramadhan di Indonesia.