Nasihat Ali Khamenei di Balik Terpilihnya Mojtaba: Penggantiku Harus Dibenci Musuh
Lusi mahgriefie
Senin, 09 Maret 2026 - 09:07 WIB
Mojtaba Khamenei resmi dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru (kiri) menggantikan mendiang ayah, Ayatullah Ali Khamenei (kanan). Foto: beritasatu.com
Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menjadi hal yang amat dibenci Amerika Serikat dan Israel. Hal ini mengingatkan pada nasihat mendiang Ali Khamenei sebelum wafat yakni "pengganti dirinya harus 'dibenci musuh'".
Majelis Pakar Iran mengatakan konsensus telah tercapai mengenai pengganti Khamenei. Para pejabat mengatakan seorang kandidat telah dipilih, berdasarkan nasihat mendiang pemimpin tertinggi, Ali Khamenei bahwa penggantinya harus 'dibenci oleh musuh'. Melansir Aljazeera, Senin (9/3/2026).
Badan ulama yang beranggotakan 88 orang itu menambahkan, mereka tidak ragu sedetik pun dalam memilih pemimpin tertinggi baru, meskipun ada agresi brutal dari Amerika yang kriminal dan rezim Zionis yang jahat. Nama Mojtaba Khamenei pun akhirnya dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, menggantikan sang ayah.
Sebelumnya, Militer Israel telah memperingatkan siapa pun yang menjadi pengganti Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan AS-Israel pada Sabtu, 28 Februari itu, bakal menjadi target selanjutnya. Israel mengancam akan membunuh siapa pun yang menggantikan Khamenei.
Kemudian Trump kembali berjanji untuk memberikan pengaruh atas siapa yang dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya, dengan mengatakan bahwa tanpa persetujuan Washington, siapa pun yang dipilih untuk peran tersebut tidak akan bertahan lama.
"Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami," kata Trump kepada ABC News. "Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," kata Trump pada hari Minggu tentang pemimpin tertinggi baru mana pun.
Trump mengatakan perang mungkin hanya akan berakhir setelah militer dan para pemimpin Iran dimusnahkan.
Majelis Pakar Iran mengatakan konsensus telah tercapai mengenai pengganti Khamenei. Para pejabat mengatakan seorang kandidat telah dipilih, berdasarkan nasihat mendiang pemimpin tertinggi, Ali Khamenei bahwa penggantinya harus 'dibenci oleh musuh'. Melansir Aljazeera, Senin (9/3/2026).
Badan ulama yang beranggotakan 88 orang itu menambahkan, mereka tidak ragu sedetik pun dalam memilih pemimpin tertinggi baru, meskipun ada agresi brutal dari Amerika yang kriminal dan rezim Zionis yang jahat. Nama Mojtaba Khamenei pun akhirnya dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, menggantikan sang ayah.
Sebelumnya, Militer Israel telah memperingatkan siapa pun yang menjadi pengganti Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan AS-Israel pada Sabtu, 28 Februari itu, bakal menjadi target selanjutnya. Israel mengancam akan membunuh siapa pun yang menggantikan Khamenei.
Kemudian Trump kembali berjanji untuk memberikan pengaruh atas siapa yang dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya, dengan mengatakan bahwa tanpa persetujuan Washington, siapa pun yang dipilih untuk peran tersebut tidak akan bertahan lama.
"Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami," kata Trump kepada ABC News. "Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," kata Trump pada hari Minggu tentang pemimpin tertinggi baru mana pun.
Trump mengatakan perang mungkin hanya akan berakhir setelah militer dan para pemimpin Iran dimusnahkan.