LANGIT7.ID-, Teheran - Terpilihnya
Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menjadi hal yang amat dibenci
Amerika Serikat dan
Israel. Hal ini mengingatkan pada nasihat mendiang
Ali Khamenei sebelum wafat yakni "pengganti dirinya harus 'dibenci musuh'".
Majelis Pakar
Iran mengatakan konsensus telah tercapai mengenai pengganti Khamenei. Para pejabat mengatakan seorang kandidat telah dipilih, berdasarkan nasihat mendiang pemimpin tertinggi, Ali Khamenei bahwa penggantinya harus 'dibenci oleh musuh'. Melansir Aljazeera, Senin (9/3/2026).
Badan ulama yang beranggotakan 88 orang itu menambahkan, mereka tidak ragu sedetik pun dalam memilih pemimpin tertinggi baru, meskipun ada agresi brutal dari Amerika yang kriminal dan rezim Zionis yang jahat. Nama
Mojtaba Khamenei pun akhirnya dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, menggantikan sang ayah.
Sebelumnya, Militer Israel telah memperingatkan siapa pun yang menjadi pengganti Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan AS-Israel pada Sabtu, 28 Februari itu, bakal menjadi target selanjutnya. Israel mengancam akan membunuh siapa pun yang menggantikan Khamenei.
Kemudian Trump kembali berjanji untuk memberikan pengaruh atas siapa yang dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya, dengan mengatakan bahwa tanpa persetujuan Washington, siapa pun yang dipilih untuk peran tersebut tidak akan bertahan lama.
"Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami," kata Trump kepada ABC News. "Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," kata Trump pada hari Minggu tentang pemimpin tertinggi baru mana pun.
Trump mengatakan perang mungkin hanya akan berakhir setelah militer dan para pemimpin Iran dimusnahkan.
Para pejabat Iran telah menolak desakan Trump untuk terlibat dalam pemilihan pemimpin berikutnya, dengan bersikeras bahwa hanya rakyat Iran yang dapat menentukan masa depan negara mereka.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Menggantikan Sang AyahPada hari Jumat, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf tampak mengejek tuntutan presiden AS.
"Nasib Iran tercinta, yang lebih berharga daripada hidup, akan ditentukan semata-mata oleh bangsa Iran yang bangga, bukan oleh geng [Jeffrey] Epstein," tulis Ghalibaf di X, merujuk pada mendiang pelaku kejahatan seksual yang memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh kaya dan berpengaruh di AS.
Iran telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi barunya, dalam waktu satu pekan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat-Israel, Sabtu (28/2) lalu.
Pria berusia 56 tahun itu kini akan bertanggung jawab memimpin Republik Islam melewati krisis terbesar dalam sejarahnya selama 47 tahun. Ia ditunjuk oleh para ulama sebagai pengganti ayahnya pada hari Minggu, 8 Maret 2026.
Para pemimpin kunci, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang berpengaruh, dan angkatan bersenjata dengan cepat menyatakan dukungan mereka kepada pemimpin baru tersebut. (*/lsi/abcnews/aljazeera)
(lsi)