home global news

Iran Bantah Klaim Pakistan sebagai Mediator dalam Upaya Negosiasi dengan Amerika

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:10 WIB
Sumber: Dialogue Pakistan
Setelah Pakistan mengklaim siap menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung, Iran membantah. Dipastikan Iran tidak terlibat dalam upaya yang dipimpin Pakistan tersebut.

Konsulat Jenderal Iran di Mumbai pada Senin (30/3/2026) menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan langsung dengan Amerika. Yang ada hanya tuntutan yang berlebihan dan tidak masuk akal, disampaikan AS melalui perantara.

Konsulat mengatakan, forum Pakistan adalah urusan mereka sendiri dan Iran tidak berpartisipasi di dalamnya.

"Tidak ada pembicaraan langsung dengan AS; hanya tuntutan yang berlebihan dan tidak masuk akal melalui perantara. 'Diplomasi' AS terus berubah-ubah; pendirian kami jelas. Forum Pakistan adalah urusan mereka sendiri; kami tidak berpartisipasi. Seruan regional untuk mengakhiri perang disambut baik, tetapi ingat siapa yang memulainya!" kata Konsulat Jenderal dalam sebuah pernyataan, melansir media India, ndtv.com, Selasa (31/3/2026).

Hal serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran yang juga membantah klaim negosiasi AS-Iran. Dalam konferensi pers, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membantah klaim negosiasi dengan AS dan menyatakan bahwa Iran tidak terlibat dalam upaya diplomatik yang dipimpin Pakistan untuk mengakhiri perang. Melansir Aljazeera, Selasa (31/3).

Pengumuman Pakistan akan bertindak sebagai mediator disampaikan pada Minggu (29/3) oleh Menteri Luar Negeri Ishaq Dar, yang juga menjabat sebagai wakil perdana Menteri. Kala itu, Dar tengah menjamu rekan-rekannya dari Arab Saudi, Mesir, dan Turki untuk melakukan pembicaraan selama beberapa jam di Islamabad.

Para menteri membahas dampak pertempuran, termasuk gangguan lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Dar mengatakan para menteri yang berkunjung telah menyatakan dukungan penuh mereka untuk potensi pembicaraan AS-Iran yang akan diadakan di Islamabad.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya