Tinggal di Asrama dengan Fasilitas Terbaik dan Gratis, Tapi Sekolah Rakyat Tidak Buka Pendaftaran
Lusi mahgriefie
Senin, 06 April 2026 - 08:12 WIB
Foto: Antara
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program Presiden Prabowo Subianto dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul serta memutus rantai kemiskinan.
Sekolah Rakyat (SR) adalah program pendidikan gratis yang didirikan pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) untuk anak-anak dari keluarga miskin atau miskin ekstrem (Desil 1 & 2 DTSEN).
Sekolah ini berasrama (boarding school), menyediakan fasilitas lengkap dari SD-SMA, makan tiga kali sehari, snack sebanyak dua kali sehari, 8 set seragam, cek kesehatan, hingga laptop. Semuanya gratis.
Dengan fasilitas tersebut membuat para orangtua murid bertanya-tanya mengenai cara masuk ke sekolah tersebut. Namun ditegaskan Gus Ipul bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, yang ada hanya penjangkauan.
"Jadi nanti yang ada di data (DTSEN), akan dijangkau, kemudian nanti ada pihak dari Dinsos, ditetapkan Kepala Daerah, ditandatangani, lalu ditetapkan sebagai, siswa Sekolah Rakyat," jelasnya.
Dengan demikian ditegaskan Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Seleksi dilakukan melalui penjangkauan langsung berbasis DTSEN, dengan verifikasi lapangan oleh pendamping sosial bersama pemerintah daerah.
"Pastikan bahwa rekrutemen ini jauh dari kongkalikong, suap-menyuap dan dari titipan-titipan yang jauh dari tujuan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Saya terus terang dititipi (amanah) oleh Presiden. (Sekolah Rakyat) harus dijaga betul," klaim Gus Ipul.
Sekolah Rakyat (SR) adalah program pendidikan gratis yang didirikan pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) untuk anak-anak dari keluarga miskin atau miskin ekstrem (Desil 1 & 2 DTSEN).
Sekolah ini berasrama (boarding school), menyediakan fasilitas lengkap dari SD-SMA, makan tiga kali sehari, snack sebanyak dua kali sehari, 8 set seragam, cek kesehatan, hingga laptop. Semuanya gratis.
Dengan fasilitas tersebut membuat para orangtua murid bertanya-tanya mengenai cara masuk ke sekolah tersebut. Namun ditegaskan Gus Ipul bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, yang ada hanya penjangkauan.
"Jadi nanti yang ada di data (DTSEN), akan dijangkau, kemudian nanti ada pihak dari Dinsos, ditetapkan Kepala Daerah, ditandatangani, lalu ditetapkan sebagai, siswa Sekolah Rakyat," jelasnya.
Dengan demikian ditegaskan Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Seleksi dilakukan melalui penjangkauan langsung berbasis DTSEN, dengan verifikasi lapangan oleh pendamping sosial bersama pemerintah daerah.
"Pastikan bahwa rekrutemen ini jauh dari kongkalikong, suap-menyuap dan dari titipan-titipan yang jauh dari tujuan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Saya terus terang dititipi (amanah) oleh Presiden. (Sekolah Rakyat) harus dijaga betul," klaim Gus Ipul.