Trump Ancam Blokir Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal dan Iran Tolak Sepakat dengan Amerika
Lusi mahgriefie
Senin, 13 April 2026 - 08:17 WIB
Foto: ist
Tidak butuh waktu lama bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk merespons gagalnya perundingan dengan Iran. Lagi-lagi dengan ancaman, Trump mengumumkan bahwa angkatan laut AS akan memulai proses memblokir semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.
Setelah 21 jam pembicaraan di Hotel Serena di Islamabad, Wakil Presiden AS sekaligus ketua delegasi, JD Vance muncul dengan mata mengantuk, membatalkan semua upaya negosiasi. Ia telah menawarkan kesepakatan "terima atau tolak" kepada Iran, dan Iran pun menolaknya.
"Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa garis merah kami," katanya kepada wartawan. "Mereka (Iran) telah memilih untuk tidak menerima persyaratan kami," ujarnya melansir Telegraph, Senin (13/4/2026).
Dalam negosiasi yang berlangsung hingga larut malam itu, ahli teknis dari kedua belah pihak saling bertukar draf. Sayang, tak ada kesepakatan di sana.
Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan AS yang dinilai tidak masuk akal.
Baca juga:Negosiasi Iran-Amerika Gagal, Akankah Gencatan Senjata Berlanjut?
Namun, Trump tidak bisa begitu saja mundur dan ia pun muncul dengan ide memblokade Selat Hormuz sebagai balasan sekaligus upaya untuk merebut kembali inisiatif. Meskipun Langkah tersebut dinilai sebagai pertaruhan.
Setelah 21 jam pembicaraan di Hotel Serena di Islamabad, Wakil Presiden AS sekaligus ketua delegasi, JD Vance muncul dengan mata mengantuk, membatalkan semua upaya negosiasi. Ia telah menawarkan kesepakatan "terima atau tolak" kepada Iran, dan Iran pun menolaknya.
"Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa garis merah kami," katanya kepada wartawan. "Mereka (Iran) telah memilih untuk tidak menerima persyaratan kami," ujarnya melansir Telegraph, Senin (13/4/2026).
Dalam negosiasi yang berlangsung hingga larut malam itu, ahli teknis dari kedua belah pihak saling bertukar draf. Sayang, tak ada kesepakatan di sana.
Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan AS yang dinilai tidak masuk akal.
Baca juga:Negosiasi Iran-Amerika Gagal, Akankah Gencatan Senjata Berlanjut?
Namun, Trump tidak bisa begitu saja mundur dan ia pun muncul dengan ide memblokade Selat Hormuz sebagai balasan sekaligus upaya untuk merebut kembali inisiatif. Meskipun Langkah tersebut dinilai sebagai pertaruhan.