home edukasi & pesantren

Ini Hisab Terberat Para Pemimpin di Akhirat Kelak

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 22:05 WIB
Ilustrasi pemimpin memikul tanggungjawab besar dalam jabatannya. (Foto: Langit7.ID/iStock)
Pemimpin dan kepemimpinan adalah kebutuhan dalam menjalani hidup secara sosial. Layaknya dalam ibadah shalat, tentu kriteria orang yang tepat dijadikan sebagai imam adalah menguasai Alquran, faham dengan sunnah, lebih dahulu hijrah, dan memiliki keilmuan yang mumpuni.

Sementara kepemimpinan adalah jalan menuju kebahagiaan, kesejahteraan, dan ketentraman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Karena itu, orang mukmin tentunya tidak akan berambisi atas suatu jabatan menjadi pemimpin karena sangat berat pertanggung jawabannya, baik di dunia maupun di akhirat.

Baca juga: Baca juga:Bagaimana Kewajiban Pemilik Usaha terhadap Karyawannya dalam Alquran?

Namun, mesikpun jabatan, amanah, dan tanggung jawab tersebut sangat berat, manusia berlomba-lomba memikulnya. Bahkan, menghalalkan berbagai cara hingga berani menggadaikan agama demi kepentingan semu.

إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Latin: Innā 'araḍnal-amānata 'alas-samāwāti wal-arḍi wal-jibāli fa abaina ay yaḥmilnahā wa asyfaqna min-hā wa ḥamalahal-insān, innahụ kāna ẓalụman jahụlā.

Arti: Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
dzalim hisab pemimpin tanggungjawab kepemimpinan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya