Enam Madrasah Raih Juara 1 Kompetisi Robotik
Ahmad zuhdi
Selasa, 19 Oktober 2021 - 18:05 WIB
Kompetisi Robotik yang diikuti berbagai madrasah dari seluruh Indonesia. (Foto: Istimewa)
Kompetisi Robotik Madrasah 2021 ditutup di Gedung Indonesia Convention Exibition (ICE) BSD, BSD City, Tangerang, Banten. Sebanyak enam madrasah meraih juara satu dalam dua kategori yang terbagi dalam tiga tingkatan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, M. Ali Ramdhani mengungkapkan, event ini memang dirancang untuk memberi wahana kepada anak-anak madrasah dalam hal kreatifitas robotik. "Kita meyakini bentuk pendidikan terbaik bagi putra-outri kita saat ini adalah madrasah. Dengan ini kita lengkapi mereka dengan ilmu kontemporer," katanya, dikutip Senin (18/10).
Baca juga:Guru Harus Berperan Lebih Sentral dalam Bangkitkan Motivasi dan Karakter Siswa
Di masa depan, lanjut Ramdhani, bangsa yang sukses adalah yang memiliki, menguasai, dan mengendalikan teknologi. Robotika adalah cabang sains yang akan memegang peran sentral di masa depan yang trennya mengandalkan teknologi digital dan otomasi.
Kompetisi robotik ini ditutup secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nizar Ali. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi madrasah yang menunjukkan performa luar biasa mengikuti tren kekinian, di samping belajar ilmu pengetahuan dan agama.
Saat ini, teknologi berkembang begitu cepat dan pandemi telah memberikan percepatan yang signifikan. Maka dari itu diperlukan inovasi yang dapat menunjang kehidupan di masa mendatang, salah satunya adalah teknologi robot. Teknologi robot kini telah mencakup artificial intelligence, machine learning, cyber security, dan internet of think.
"Sebagai institusi yang memayungi operasional madrasah, Kemenag wajib memberikan ruang kreasi bagi generasi madrasah, di antaranya dengan event semacam ini," katanya. Ia berharap anak-anak madrasah menjadi garda terdepan yang mengawal bangsa ini di era cybersecurity.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, M. Ali Ramdhani mengungkapkan, event ini memang dirancang untuk memberi wahana kepada anak-anak madrasah dalam hal kreatifitas robotik. "Kita meyakini bentuk pendidikan terbaik bagi putra-outri kita saat ini adalah madrasah. Dengan ini kita lengkapi mereka dengan ilmu kontemporer," katanya, dikutip Senin (18/10).
Baca juga:Guru Harus Berperan Lebih Sentral dalam Bangkitkan Motivasi dan Karakter Siswa
Di masa depan, lanjut Ramdhani, bangsa yang sukses adalah yang memiliki, menguasai, dan mengendalikan teknologi. Robotika adalah cabang sains yang akan memegang peran sentral di masa depan yang trennya mengandalkan teknologi digital dan otomasi.
Kompetisi robotik ini ditutup secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nizar Ali. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi madrasah yang menunjukkan performa luar biasa mengikuti tren kekinian, di samping belajar ilmu pengetahuan dan agama.
Saat ini, teknologi berkembang begitu cepat dan pandemi telah memberikan percepatan yang signifikan. Maka dari itu diperlukan inovasi yang dapat menunjang kehidupan di masa mendatang, salah satunya adalah teknologi robot. Teknologi robot kini telah mencakup artificial intelligence, machine learning, cyber security, dan internet of think.
"Sebagai institusi yang memayungi operasional madrasah, Kemenag wajib memberikan ruang kreasi bagi generasi madrasah, di antaranya dengan event semacam ini," katanya. Ia berharap anak-anak madrasah menjadi garda terdepan yang mengawal bangsa ini di era cybersecurity.