Gelombang Protes Hantam Disdik Jabar Usai PCMB Molor hingga 11 Juni
Esti setiyowati
Rabu, 10 Juni 2026 - 12:34 WIB
Gelombang Protes Hantam Disdik Jabar Usai PCMB Molor hingga 11 Juni. Foto: Pemprov Jabar.
KeputusanPemerintah Priovinsi (Pemprov) Jawa Barat kembali memperpanjang masa Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) hingga 11 Juni 2026 menuai protes dari publik. Kebijakan yang diumumkan saat masa pengisian data seharusnya berakhir itu dinilai sebagai cerminan ketidakkonsistenan penyelenggara dalam menjalankan tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan resmi memperpanjang pengisian data PCMB hingga Kamis, 11 Juni 2026 pukul 23.59 WIB. Sebelumnya, tahapan tersebut dijadwalkan berakhir pada 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Perpanjangan dilakukan dengan alasan masih terdapat lulusan SMP, MTs, dan Paket B yang belum mengisi data pemetaan.
Baca juga:Soal Isu Jual Beli Bangku di PCMB Jabar, KDM: Sebut Nama, Kita Proses Hukum!
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyatakan kebijakan tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon murid.
"Dengan perpanjangan waktu ini, semakin banyak murid yang dapat mengikuti proses pemetaan dan memperoleh akses pendidikan jenjang menengah," ujar Purwanto dalam keterangannya pada Selasa (9/6/2026) kemarin.
Namun keputusan tersebut langsung memicu reaksi di kalangan orang tua. Dalam berbagai komentar yang muncul di media sosial Disdik Jabar, banyak warganet mempertanyakan alasan perubahan jadwal yang kembali dilakukan.
Sejumlah orang tua menilai perpanjangan berulang kali justru menciptakan ketidakpastian dalam proses seleksi. Mereka menyebut kebijakan tersebut secara tidak langsung mempengaruhi perolehan ranking sementara di sekolah tujuan.
Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan resmi memperpanjang pengisian data PCMB hingga Kamis, 11 Juni 2026 pukul 23.59 WIB. Sebelumnya, tahapan tersebut dijadwalkan berakhir pada 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Perpanjangan dilakukan dengan alasan masih terdapat lulusan SMP, MTs, dan Paket B yang belum mengisi data pemetaan.
Baca juga:Soal Isu Jual Beli Bangku di PCMB Jabar, KDM: Sebut Nama, Kita Proses Hukum!
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyatakan kebijakan tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon murid.
"Dengan perpanjangan waktu ini, semakin banyak murid yang dapat mengikuti proses pemetaan dan memperoleh akses pendidikan jenjang menengah," ujar Purwanto dalam keterangannya pada Selasa (9/6/2026) kemarin.
Namun keputusan tersebut langsung memicu reaksi di kalangan orang tua. Dalam berbagai komentar yang muncul di media sosial Disdik Jabar, banyak warganet mempertanyakan alasan perubahan jadwal yang kembali dilakukan.
Sejumlah orang tua menilai perpanjangan berulang kali justru menciptakan ketidakpastian dalam proses seleksi. Mereka menyebut kebijakan tersebut secara tidak langsung mempengaruhi perolehan ranking sementara di sekolah tujuan.