Mindful Eating, Makan dengan Penuh Kesadaran Tingkatkan Rasa Syukur
Muhammad rifai akif
Rabu, 20 Oktober 2021 - 17:53 WIB
Pola mindful eating melibatkan emosi saat merasakan dan menikmati makanan. Foto : LANGIT7/iStock
Pernahkah Sahabat Langit7 melahap makan siang tapi tak merasakan rasa nikmati dari makanan itu sendiri, karena di waktu bersamaan sibuk dengan gadget atau tontonan film?
Perilaku ini sangat bertolak belakang dengan pemahaman mindful eating atau pola makan dengan kesadaran penuh saat makan atau minum. Pola mindful eating melibatkan emosi saat merasakan dan menikmati makanan, seperti dikatakan Direktur Promosi Kesehatan dan Komunikasi Harvard T.H Chan School of Public Health, dikutip dari CNN.
Para pakar mengingatkan kalau mindful eating ini bukanlah obat untuk masalah yang berhubungan dengan makanan atau kesehatan. Meski banyak manfaat yang didapat dari konsep mindful eating tersebut. Salah satunya seperti aspek mediasi dan kemampuan membedakan isyarat lapar fisik atau hanya emosional semata.
Baca juga : Weh-wehan, Tradisi Berbagi Makanan di Kaliwungu Kendal
Manfaat lain yang dirasakan dari mindful eating adalah berat badan stabil, penurunan tingkat kecemasan juga stres hingga kebiasaan makan secara normal.
Kebiasaan ini akan membuat Anda lebih memperhatikan seberapa banyak makanan, jenis makanan, dengan melibatkan perasaan saat sedang mengonsumsi makanan. Tujuan dari konsep ini adalah untuk keselarasan semua indera, mulai dari penglihatan, penciuman, pendengaran, perasa, dan sentuhan selama makan tanpa ada gangguan.
"Saat akan sarapan, saya tidak akan memegang iPad dan membaca berita hari ini. Saya juga tidak akan memeriksa email saya. Saya hanya akan duduk di tempat yang tenang," kata Direktur Pendidikan Program Pendidikan Dietics Simmons University, Teresa T. Fung.
Perilaku ini sangat bertolak belakang dengan pemahaman mindful eating atau pola makan dengan kesadaran penuh saat makan atau minum. Pola mindful eating melibatkan emosi saat merasakan dan menikmati makanan, seperti dikatakan Direktur Promosi Kesehatan dan Komunikasi Harvard T.H Chan School of Public Health, dikutip dari CNN.
Para pakar mengingatkan kalau mindful eating ini bukanlah obat untuk masalah yang berhubungan dengan makanan atau kesehatan. Meski banyak manfaat yang didapat dari konsep mindful eating tersebut. Salah satunya seperti aspek mediasi dan kemampuan membedakan isyarat lapar fisik atau hanya emosional semata.
Baca juga : Weh-wehan, Tradisi Berbagi Makanan di Kaliwungu Kendal
Manfaat lain yang dirasakan dari mindful eating adalah berat badan stabil, penurunan tingkat kecemasan juga stres hingga kebiasaan makan secara normal.
Kebiasaan ini akan membuat Anda lebih memperhatikan seberapa banyak makanan, jenis makanan, dengan melibatkan perasaan saat sedang mengonsumsi makanan. Tujuan dari konsep ini adalah untuk keselarasan semua indera, mulai dari penglihatan, penciuman, pendengaran, perasa, dan sentuhan selama makan tanpa ada gangguan.
"Saat akan sarapan, saya tidak akan memegang iPad dan membaca berita hari ini. Saya juga tidak akan memeriksa email saya. Saya hanya akan duduk di tempat yang tenang," kata Direktur Pendidikan Program Pendidikan Dietics Simmons University, Teresa T. Fung.