LANGIT7.ID - , Jakarta - Pernahkah Sahabat Langit7 melahap makan siang tapi tak merasakan rasa nikmati dari makanan itu sendiri, karena di waktu bersamaan sibuk dengan gadget atau tontonan film?
Perilaku ini sangat bertolak belakang dengan pemahaman mindful eating atau pola makan dengan kesadaran penuh saat makan atau minum. Pola mindful eating melibatkan emosi saat merasakan dan menikmati makanan, seperti dikatakan Direktur Promosi Kesehatan dan Komunikasi Harvard T.H Chan School of Public Health, dikutip dari CNN.
Para pakar mengingatkan kalau mindful eating ini bukanlah obat untuk masalah yang berhubungan dengan makanan atau kesehatan. Meski banyak manfaat yang didapat dari konsep mindful eating tersebut. Salah satunya seperti aspek mediasi dan kemampuan membedakan isyarat lapar fisik atau hanya emosional semata.
Baca juga : Weh-wehan, Tradisi Berbagi Makanan di Kaliwungu KendalManfaat lain yang dirasakan dari mindful eating adalah berat badan stabil, penurunan tingkat kecemasan juga stres hingga kebiasaan makan secara normal.
Kebiasaan ini akan membuat Anda lebih memperhatikan seberapa banyak makanan, jenis makanan, dengan melibatkan perasaan saat sedang mengonsumsi makanan. Tujuan dari konsep ini adalah untuk keselarasan semua indera, mulai dari penglihatan, penciuman, pendengaran, perasa, dan sentuhan selama makan tanpa ada gangguan.
"Saat akan sarapan, saya tidak akan memegang iPad dan membaca berita hari ini. Saya juga tidak akan memeriksa email saya. Saya hanya akan duduk di tempat yang tenang," kata Direktur Pendidikan Program Pendidikan Dietics Simmons University, Teresa T. Fung.
Fung juga menceritakan pengalamannya menikmati kopi di pagi hari.
"Saya jadi memperhatikan suara kopi saat diseduh, aromanya, dan juga warna perpaduan antara krim dan kopi. Kemudian saya dapat lebih fokus pada hangatnya mug kopi yang ada di tangan atau tekstur kekentalannya," lanjut Fung.
Manfaat mindful eating yang paling utama adalah menumbuhkan rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh sang pencipta.
Syukur adalah hasil potensial dari mindful eating ini. Konsep ini juga meningkatkan kesadaran Anda saat makan, dengan berpikir darimana makanan berasal dan mengungkapkan terima kasih pada mereka yang terlibat dalam proses makanan tersebut.
Saat ada keinginan memegang gadget saat makan, Cheung punya cara jitu untuk mengatasinya.
"Tarik napas dalam-dalam dan fokus kembali pada makanan di depan Anda. Ambil gigitan kecil dan kunyah dengan seksama. Saat makan dengan lambat, Anda akan lebih mengenali kapan saatnya puas dan berhenti makan," jelas Cheung.
Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang memiliki jadwal padat dan sulit untuk fokus pada makanan.
Baca juga : Doa Bangun Tidur dan Dzikir Pagi Bentuk Rasa Syukur ke Maha Pencipta"Anda harus mencoba berlatih dengan fokus pada manankan sesering mungkin, misalnya selama lima menit saat makan siang. Lakukan apa yang bisa membuat Anda jadi lebih baik," tambahnya.
Lalu, bagaimana jika sedang makan bersama keluarga atau dengan kerabat, apakah dengan menyibukkan diri dengan berbinang atau tetap menerapkan mindful eating?
"Berbagi makanan atau makan bersama orang lain tentu saja dianjurkan," kata Cheung,
Makan dengan penuh perhatian bukan berarti memakan makanan dalam posisi diam saja. Jika sedang dalam kondisi makan bersama, sebaiknya tetap fokus saat menikmati makanan tanpa harus menghiraukan orang lain.
"Sisihkan waktu beberapa menit di awal, tersenyumlah untuk rekan-rekan Anda. Ungkapkan rasa terima kasih Anda atas makanan dan kebersamaan dengan orang lain, dan coba beberapa gigitan pertama tanpa berbicara untuk fokus pada pengalaman makan." kata Cheung.
(est)