home masjid

Menyelami Makna Takwa: Wasiat Abadi, Esensi Ibadah, dan Kemuliaan di Sisi Allah

Selasa, 07 Juli 2026 - 10:40 WIB
Ilustrasi: ist
‎‎‎Dalam ajaran Islam, takwa merupakan muara dari segala ibadah seorang hamba sekaligus bekal utama dalam mengarungi kehidupan dunia. Begitu esensialnya kedudukan takwa, hingga konsep ini diulang ratusan kali dalam Al-Quran dan menjadi muatan utama dalam setiap wasiat para nabi dan rasul.



‎Secara terminologi, para ulama merumuskan takwa sebagai imtitsalul awamir wajtinabun nawahi, yakni melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.



‎Akar kata takwa sendiri berasal dari wiqayah yang berarti melindungi atau membentengi diri, sehingga orang yang bertakwa (muttaqin) adalah mereka yang senantiasa menjadikan syariat Islam sebagai perisai untuk membentengi dirinya dari murka dan azab Allah SWT dalam setiap ucapan, pikiran, dan tindakan.



‎Manifestasi dari benteng diri ini tergambar jelas dalam pesan mendalam Rasulullah SAW ketika mengutus sahabat Mu'adz bin Jabal untuk menjadi gubernur sekaligus dai di wilayah Yaman. Beliau membekalinya dengan sebuah wasiat emas yang berbunyi, Ittaqillaha haitsu maa kunta, wa atbi'is sayyiatul hasanata tamhuhaa, wa khaliqin naasa bi khuluqin hasan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya