home edukasi & pesantren

Wamenag Ajak Bentengi Anak dari LGBT dengan Pemahaman Al-Quran yang Baik

Jum'at, 31 Juli 2026 - 09:02 WIB
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii. Foto: dok. Kemenag
Kualitas masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana memperlakukan dan mempersiapkan anak-anak saat ini, mulai dari kesehatan, kecerdasan, hingga perlindungan dari berbagai ancaman global.

Yang dimaksud ancaman global yaitu termasuk penguatan kurikulum penangkal pengaruh negatif seperti budaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer (LGBTQ) yang tertuang dalam Perpres No. 111 Tahun 2025.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i ketika membuka Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest 1448H) di halaman Gedung Unit Percetakan Al-Quran (UPQ), Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI) Ciawi, Bogor, beberapa waktu lalu.

"Sekarang Indonesia sedang melakukan program GERNAS RANA, gerakan nasional ruang aman, nyaman bagi anak-anak. Di mana? Di rumah, di sekolah, di ruang publik, dan di ruang digital. Anak kita harus bebas dari pengaruh-pengaruh negatif yang sekarang begitu dahsyat termasuk program penyebaran budaya LGBTQ," ujarnya.

Baca juga:Kiai Didin Minta Edukasi Bahaya LGBT Masuk Kurikulum Sekolah hingga Kampus

Romo menegaskan bahwa Kemenag bergerak cepat, menghadapi ancaman LGBTQ, hal ini dibuktikan dengan penyusunan kurikulum yang ditujukan bagi semua pendidikan keagamaan, akan segera rampung.

"Kementerian Agama telah menyusun kurikulum yang akan diinsert ke kurikulum yang berjalan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak didik agar tidak terpapar oleh budayaLGBTQ, karena LGBTQ itu juga pengingkaran terhadap Al-Quran. Lagi-lagi itu merupakan sosialisasi dari pengamalan Al-Quran," imbuh Romo.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya