Opini
Pulang ke Desa, Menyalakan Harapan dari Kampung Sendiri
Tim langit 7
Rabu, 23 September 2026 - 16:53 WIB
Tokoh Muda NU Ubaidillah Amin. Foto: ist
Oleh: Ubaidillah Amin(Tokoh Muda NU)
Ada banyak cara untuk membangun sebuah daerah. Tidak semuanya harus dimulai dari gedung pemerintahan, proyek besar, atau investasi dengan nilai yang fantastis. Terkadang, pembangunan justru berawal dari sesuatu yang sederhana: kesadaran bahwa desa sendiri memiliki potensi yang layak diperjuangkan.
Gagasan itu yang menjadi perhatian Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Ubaidillah Amin. Menurutnya, pembangunan desa akan lebih kuat apabila masyarakat setempat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut mengambil peran dalam menentukan masa depan daerahnya.
Baca juga: Percepat Pembangunan Desa, Gus Halim Minta Mahasiswa dan Pendamping Desa Kolaborasi
Bagi Ubaidillah, setiap desa memiliki cerita dan kekuatannya masing-masing. Ada desa yang hidup dari hamparan sawah danperkebunan. Ada yang memilikipeternakan yang dapat dikembangkan. Di tempat lain, kekuatan itu mungkin berada di dapur-dapur warga yang menghasilkan makanan khas, kerajinan tangan, seni, budaya, hingga berbagai usaha kreatif yang tumbuh dari keseharian masyarakat.
Potensi tersebut, kata dia, tidak seharusnya berhenti sebagai sesuatu yang hanya dikenal oleh warga setempat. Dengan pendampingan, kreativitas, dan kemauan untuk bergerak bersama, potensi desa dapat menjadi sumber penghidupan sekaligus membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas.
Ada banyak cara untuk membangun sebuah daerah. Tidak semuanya harus dimulai dari gedung pemerintahan, proyek besar, atau investasi dengan nilai yang fantastis. Terkadang, pembangunan justru berawal dari sesuatu yang sederhana: kesadaran bahwa desa sendiri memiliki potensi yang layak diperjuangkan.
Gagasan itu yang menjadi perhatian Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Ubaidillah Amin. Menurutnya, pembangunan desa akan lebih kuat apabila masyarakat setempat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut mengambil peran dalam menentukan masa depan daerahnya.
Baca juga: Percepat Pembangunan Desa, Gus Halim Minta Mahasiswa dan Pendamping Desa Kolaborasi
Bagi Ubaidillah, setiap desa memiliki cerita dan kekuatannya masing-masing. Ada desa yang hidup dari hamparan sawah danperkebunan. Ada yang memilikipeternakan yang dapat dikembangkan. Di tempat lain, kekuatan itu mungkin berada di dapur-dapur warga yang menghasilkan makanan khas, kerajinan tangan, seni, budaya, hingga berbagai usaha kreatif yang tumbuh dari keseharian masyarakat.
Potensi tersebut, kata dia, tidak seharusnya berhenti sebagai sesuatu yang hanya dikenal oleh warga setempat. Dengan pendampingan, kreativitas, dan kemauan untuk bergerak bersama, potensi desa dapat menjadi sumber penghidupan sekaligus membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas.