Sri Mulyani Sebut Pendidikan harus Tingkatkan Kurikulum Syariah
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 07:29 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Foto: smindrawati
Saat ini, kualitas dan kompetensi SDM dalam hal ekonomi Islam masih belum cukup memenuhi kebutuhan industri dan ekonomi masyarakat.
Hal itu dikatakan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di acara 1st Islamic Economics Education Summit In Collaboration With The 7th International Symposium on Islamic Economics And Finance Education, Kamis (28/10).
Baca juga: Kerjasama Blue Ekonomi Indonesia-Swedia Sumber Pertumbuhuan Ekonomi Baru
Untuk itu, pendidikan masih perlu meningkatkan kurikulumnya yang berkaitan dengan syariah. Di mana, pendidikan ekonomi syariah memerlukan kurikulum yang dibangun sejalan dengan perubahan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industrinya.
“Ini tantangan yang tidak mudah namun harus dijawab. Kita harus berfokus pada tujuan, tapi nilai Islam tetap bisa dipertahankan dan mewarnai proses tersebut”, jelasnya.
Baca juga: Maqashid Syariah, Nilai Islam yang Diterapkan Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
Dari data yang ada, lanjut dia, menunjukkan bahwa 80-90 persen SDM industri di bidang keuangan syariah lebih banyak merekrut mereka yang bukan berasal dari program studi ekonomi Islam atau ekonomi syariah.
Hal itu dikatakan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di acara 1st Islamic Economics Education Summit In Collaboration With The 7th International Symposium on Islamic Economics And Finance Education, Kamis (28/10).
Baca juga: Kerjasama Blue Ekonomi Indonesia-Swedia Sumber Pertumbuhuan Ekonomi Baru
Untuk itu, pendidikan masih perlu meningkatkan kurikulumnya yang berkaitan dengan syariah. Di mana, pendidikan ekonomi syariah memerlukan kurikulum yang dibangun sejalan dengan perubahan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industrinya.
“Ini tantangan yang tidak mudah namun harus dijawab. Kita harus berfokus pada tujuan, tapi nilai Islam tetap bisa dipertahankan dan mewarnai proses tersebut”, jelasnya.
Baca juga: Maqashid Syariah, Nilai Islam yang Diterapkan Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
Dari data yang ada, lanjut dia, menunjukkan bahwa 80-90 persen SDM industri di bidang keuangan syariah lebih banyak merekrut mereka yang bukan berasal dari program studi ekonomi Islam atau ekonomi syariah.