Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Jati, Jemaah Haji Pertama Indonesia
Fajar adhitya
Ahad, 18 Juli 2021 - 19:27 WIB
Kakbah Masjidil Haram. Foto: Istimewa
Sejarah perjalalanan haji di Indonesia telah berlangsung berates-ratus tahun silam. Ibadah haji turut berkontribusi dalam kesuksesan penyebaran Islam sejak Indonesia belum didirikan.
Sulit mengetahui pasti siapa muslim nusantara pertama yang berangkat haji. Ada yang menyebut perjalanan haji pertama kali dilakukan pada abad ke-16, ada pula yang menulis pada abad ke-14. Praktik ibadah haji di nusantara tak lepas dari sejarah masuknya Islam.
Teori masuknya Islam ke nusantara dikelompokkan menjadi dua kategori, Pertama, teori yang disampaikan oleh WP Groeneveldt, TW Arnold, Syed Naguib al-Attas, George Fadlo Hourani, JC van Leur, Hamka dan Uka Tjandrasasmita dan lainnya yang mengatakan Islam datang pada abad Pertama Hijriah atau ke-7 M.
Kedua, teori yang diketengahkan C Snouck Hurgronje, JP Moquette, RA Kern, Haji Agus Salim dan lainnya, kata mereka kedatangan Islam dimulai pada abad ke-13 M. Teori ini lebih menyoroti bobot keberhasilan dakwah, karena pada saat itu symbol-simbol ajaran Islam sudah menguat.
Namun, ada beberapa nama yang muncul dalam literatur ketika mengulas perihal sejarah haji di nusantara. Pada abad ke-16, seorang penjelajah dari Roma, Ludovico di Barthema melihat jamaah haji dari kepulauan Nusantara yang dia sebut sebagai India Timur Kecil.
Kelompok haji itulah yang diduga sebagai jamaah haji pertama dari nusantara. Tapi, menurut M Shaleh Putuhena dalam Historiografi Haji Indonesia, jamaah haji yang dijumpai Ludovico itu bukanlah jamaah yang sengaja memberangkatkan diri untuk menunaikan rukun Islam kelima.
"Mereka adalah pedagang, utusan sultan, dan pelayar yang berlabuh di Jedah dan berkesempatan untuk berkunjung ke Mekah,” tulis Shaleh.
Sulit mengetahui pasti siapa muslim nusantara pertama yang berangkat haji. Ada yang menyebut perjalanan haji pertama kali dilakukan pada abad ke-16, ada pula yang menulis pada abad ke-14. Praktik ibadah haji di nusantara tak lepas dari sejarah masuknya Islam.
Teori masuknya Islam ke nusantara dikelompokkan menjadi dua kategori, Pertama, teori yang disampaikan oleh WP Groeneveldt, TW Arnold, Syed Naguib al-Attas, George Fadlo Hourani, JC van Leur, Hamka dan Uka Tjandrasasmita dan lainnya yang mengatakan Islam datang pada abad Pertama Hijriah atau ke-7 M.
Kedua, teori yang diketengahkan C Snouck Hurgronje, JP Moquette, RA Kern, Haji Agus Salim dan lainnya, kata mereka kedatangan Islam dimulai pada abad ke-13 M. Teori ini lebih menyoroti bobot keberhasilan dakwah, karena pada saat itu symbol-simbol ajaran Islam sudah menguat.
Namun, ada beberapa nama yang muncul dalam literatur ketika mengulas perihal sejarah haji di nusantara. Pada abad ke-16, seorang penjelajah dari Roma, Ludovico di Barthema melihat jamaah haji dari kepulauan Nusantara yang dia sebut sebagai India Timur Kecil.
Kelompok haji itulah yang diduga sebagai jamaah haji pertama dari nusantara. Tapi, menurut M Shaleh Putuhena dalam Historiografi Haji Indonesia, jamaah haji yang dijumpai Ludovico itu bukanlah jamaah yang sengaja memberangkatkan diri untuk menunaikan rukun Islam kelima.
"Mereka adalah pedagang, utusan sultan, dan pelayar yang berlabuh di Jedah dan berkesempatan untuk berkunjung ke Mekah,” tulis Shaleh.