Erupsi Gunung Semeru
13 Orang Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru
Muhammad rifai akif
Ahad, 05 Desember 2021 - 10:08 WIB
Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021). Foto: Istimewa
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebutkan sebanyak 13 warga dilaporkan meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu, (4/12/2021).
Adapun yang baru teridentifikasi dua orang berasal dari Curah Kobokan dan Kubuan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima Langit7 pada Ahad (5/12/2021).
Baca juga: Evakuasi Korban Letusan Semeru Dialihkan ke Malang karena Abu Tebal
Selain itu, sebanyak 41 orang yang mengalami luka-luka, khususnya luka bakar, telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal. Selanjutnya korban luka dirujuk ke RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara.
Sementara warga luka lainnya ditangani di beberapa fasilitas kesehatan, yaitu 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro, serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal di antaranya terdapat dua orang ibu hamil.
Tim gabungan juga berhasil melakukan evakuasi warga yang tadi malam dilaporkan Wakil Bupati Lumajang terjebak di kantor pemilik tambang. Saat ini para warga telah ditempatkan di Pos Curah Kobokan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dalam keterangan tertulis BNPB menyebutkan sebaran awas panas guguran juga berdampak pada dua kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo pada Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang serta Kecamatan Candipuro pada Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.
Adapun yang baru teridentifikasi dua orang berasal dari Curah Kobokan dan Kubuan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima Langit7 pada Ahad (5/12/2021).
Baca juga: Evakuasi Korban Letusan Semeru Dialihkan ke Malang karena Abu Tebal
Selain itu, sebanyak 41 orang yang mengalami luka-luka, khususnya luka bakar, telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal. Selanjutnya korban luka dirujuk ke RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara.
Sementara warga luka lainnya ditangani di beberapa fasilitas kesehatan, yaitu 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro, serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal di antaranya terdapat dua orang ibu hamil.
Tim gabungan juga berhasil melakukan evakuasi warga yang tadi malam dilaporkan Wakil Bupati Lumajang terjebak di kantor pemilik tambang. Saat ini para warga telah ditempatkan di Pos Curah Kobokan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dalam keterangan tertulis BNPB menyebutkan sebaran awas panas guguran juga berdampak pada dua kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo pada Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang serta Kecamatan Candipuro pada Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.