Sukses Digelar di 2021, Santri Digitalpreneur Ditargetkan untuk 1000 Pesantren di 2022
Muhajirin
Senin, 06 Desember 2021 - 09:22 WIB
Peluncuran Santri Digitalpreneur oleh Menparekraf (Dok Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menilai para santri yang telah mengikuti program Santri Digitalpreneur Indonesia bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi kreatif Tanah Air. Terkhusus bidang teknologi digital hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Santri Digitalpreneur Indonesia merupakan program Kemenparekraf/Baparekraf yang telah berlangsung selama dua bulan, mulai Oktober hingga November 2021. Para santri yang tergabung telah menjalani berbagai jenis pelatihan, yakni animasi 2 dimensi, animasi 3 dimensi, dan audio creative production.
Menurut Sandi, digitalisasi bukan sekadar berjualan online, tapi juga menciptakan konten-konten kreatif dan ikut mengambil peran sebagai pelaku ekonomi kreatif.
“Saya ingin para santri bukan mencari lapangan kerja, tapi justru menciptakan lapangan kerja. Saya ingin para santri yang mengikuti pelatihan ini bisa menginisiasi kreasi digital, seperti film Nussa dan juga Rico the Series,” kata Sandi dalam kegiatan Silaturahmi dan Apresiasi Santri Digitalpreneur Indonesia di Darunnajah Islamic Boarding School, Jakarta Selatan, Sabtu (4/12/2021).
Baca Juga: Santri Digitalpreneur, Ajang Santri Berkiprah di Industri Digital
Program Santri Digitalpreneur Indonesia akan dilanjutkan pada 2022. Pada tahun berikutnya akan banyak lagi jenis pelatihan seperti coding, games, web development, digital marketing, dan pelatihan program kewirausahaan lainnya. Sandi menarget peserta sebanyak 1.000 pondok pesantren.
Santri Digitalpreneur Indonesia merupakan program Kemenparekraf/Baparekraf yang telah berlangsung selama dua bulan, mulai Oktober hingga November 2021. Para santri yang tergabung telah menjalani berbagai jenis pelatihan, yakni animasi 2 dimensi, animasi 3 dimensi, dan audio creative production.
Menurut Sandi, digitalisasi bukan sekadar berjualan online, tapi juga menciptakan konten-konten kreatif dan ikut mengambil peran sebagai pelaku ekonomi kreatif.
“Saya ingin para santri bukan mencari lapangan kerja, tapi justru menciptakan lapangan kerja. Saya ingin para santri yang mengikuti pelatihan ini bisa menginisiasi kreasi digital, seperti film Nussa dan juga Rico the Series,” kata Sandi dalam kegiatan Silaturahmi dan Apresiasi Santri Digitalpreneur Indonesia di Darunnajah Islamic Boarding School, Jakarta Selatan, Sabtu (4/12/2021).
Baca Juga: Santri Digitalpreneur, Ajang Santri Berkiprah di Industri Digital
Program Santri Digitalpreneur Indonesia akan dilanjutkan pada 2022. Pada tahun berikutnya akan banyak lagi jenis pelatihan seperti coding, games, web development, digital marketing, dan pelatihan program kewirausahaan lainnya. Sandi menarget peserta sebanyak 1.000 pondok pesantren.