home edukasi & pesantren

Pentingnya Adab Sebelum Ilmu, Dicontohkan Sahabat Hingga Tabi'in

Kamis, 09 Desember 2021 - 17:50 WIB
Ilustrasi seorang guru di pesantren sedang mengajarkan adab kepada para santrinya (foto: langit7.id/iStock).
Adab merupakan pelajaran paling pertama dan utama bagi seorang penuntut ilmu sebelum belajar ilmu-ilmu lain. Adab akan menjaga seorang pelajar tetap berada di jalan ilmu serta membuat ilmunya bermanfaat.

Firman Allah dalam Surat Al Jumuah ayat dua:

هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ

Arti: Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

Baca Juga:Tanggung Jawab Guru Tak Hanya Mentransfer Ilmu tapi juga Mendidik Adab dan Akhlak

Dr Anis Ahmad Karzoun dalam Adab fi Tholibil Ilmi menjelaskan, ayat tersebut menguraikan tiga unsur dakwah Rasulullah, yakni tabligh (menyampaikan), tazkiyah (mensucikan), dan ta’lim (mengajarkan). Dalam ayat itu, kata tazkiyah mendahului ta’lim.

Artinya, sebelum seorang pelajar belajar suatu ilmu hendaknya terlebih dahulu mendidik jiwanya. Tazkiyah adalah pendidikan jiwa untuk menerapkan Islam, berpegang teguh kepada akhlaq mulia serta budi pekerti luhur.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
adab menuntut ilmu rasulullah saw
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya