Keunggulan Pendidikan Pesantren
Gus Baha Sebut Santri Bisa Didik Profesor tapi Profesor Banyak Kesulitan Tanamkan Akhlak
Muhajirin
Rabu, 15 Desember 2021 - 23:31 WIB
KH Ahmad Bahauddin Nursalim akrab disapa Gus Baha (foto: istimewa)
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha mengaku bangga menjadi lulusan pesantren. Ia merupakan ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi ahli tafsir Al Qur’an murni hasil didikan pesantren. Ia tak mengenyam pendidikan di luar negeri, hanya dari satu pesantren ke pesantren, dari satu ulama ke ulama lain, namun kini jadi ulama tafsir yang selalu dinantikan tausiyahnya.
Suatu ketika saat mengisi ceramah, Gus Baha menceritakan kebanggaannya menjadi orang pesantren. Di kampus, ia mengaku sering bertemu dengan dosen sekelas profesor dan doktor. Namun, mereka umumnya adalah orang-orang galau dan gelisah.
“Lucunya mereka memposisikan saya sebagai penasihat, karena memang ilmu pesantren itu unik, ilmu yang bisa menjawab problem apa saja,” kata Gus Baha dalam tayangan ulang di kanal youtube Dawuh Yai, dikutip Rabu (15/12/2021).
Baca Juga:Hebat, Para Ulama Ini Tak Hanya Kiai tapi juga Profesor
Banyak guru besar sering curhat ke Gus Baha perihal anak-anak mereka. Pernah suatu ketika ia bertemu dengan salah seorang profesor yang mengaku bangga hanya karena anaknya tak terjerat narkoba. Bisa dibayangkan kehidupan remaja anak profesor tersebut.
Hal itu berbanding terbalik dengan ayah profesor tersebut yang hanya orang kampung dan lugu. Meski begitu, ayah yang lugu tersebut mampu mendidik anaknya menjadi guru besar.
“Artinya, dia sadar bahwa kearifan lokal yang diwariskan para kiai itu menjadikan anak-anaknya sebagai profesor dan dokter. Tapi ilmu kedoktorannya, orang menjadikan anaknya rangking itu susahnya bukan main, karena tidak ada kearifan,” kata Gus Baha.
Suatu ketika saat mengisi ceramah, Gus Baha menceritakan kebanggaannya menjadi orang pesantren. Di kampus, ia mengaku sering bertemu dengan dosen sekelas profesor dan doktor. Namun, mereka umumnya adalah orang-orang galau dan gelisah.
“Lucunya mereka memposisikan saya sebagai penasihat, karena memang ilmu pesantren itu unik, ilmu yang bisa menjawab problem apa saja,” kata Gus Baha dalam tayangan ulang di kanal youtube Dawuh Yai, dikutip Rabu (15/12/2021).
Baca Juga:Hebat, Para Ulama Ini Tak Hanya Kiai tapi juga Profesor
Banyak guru besar sering curhat ke Gus Baha perihal anak-anak mereka. Pernah suatu ketika ia bertemu dengan salah seorang profesor yang mengaku bangga hanya karena anaknya tak terjerat narkoba. Bisa dibayangkan kehidupan remaja anak profesor tersebut.
Hal itu berbanding terbalik dengan ayah profesor tersebut yang hanya orang kampung dan lugu. Meski begitu, ayah yang lugu tersebut mampu mendidik anaknya menjadi guru besar.
“Artinya, dia sadar bahwa kearifan lokal yang diwariskan para kiai itu menjadikan anak-anaknya sebagai profesor dan dokter. Tapi ilmu kedoktorannya, orang menjadikan anaknya rangking itu susahnya bukan main, karena tidak ada kearifan,” kata Gus Baha.