home edukasi & pesantren

Mengenal Sufi dan Tasawuf, Jalan Spiritual Abu Dzar Al-ghifari hingga Uwais Al Qarni

Senin, 20 Desember 2021 - 11:40 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ketua Markaz Takwinil Ulama Mauritania dan Anggota Dewan Pengawas Ikatan Ulama Muslim Dunia, Syekh Muhammad Al-Hasan Ad-Dadouw Asy-Syinqithi, menjelaskan makna sufi dan tasawuf di tubuh umat Islam.

Menurut dia, sufi ialah seorang muslim yang menyibukkan diri menyucikan jiwa di atas jalan keimanan. Kelompok itu telah tersebar sejak era para sahabat dan tabi'in.

"Dan jadilah itu ada pada jalannya kelompok manusia dari sebagian sahabat nabi dalam hal zuhud," kata Syekh Muhammad Hasan, dikutip @shahih.muslim, Senin (20/21/2021).

Dia menyebut ada sahabat Nabi yang menjadi sufi, seperti Abu Dzar Al-Ghifari. Dari kalangan tabi'in juga ada yang mencapai tingkatan tertinggi zuhud, seperti Uwais Al-Qarni.

"Pada zaman atba' tabi'in tersebarlah ajaran tasawuf menjadi berbagai perguruan, yang orang-orangnya bersikap zuhud dan mereka membatasi diri dalam urusan duniawi, sehingga mereka mendidik jiwanya dengan cara itu," ucapnya.

Di era ini ada sufi yang berada pada golongan yang benar, ada yang salah, ada pula yang menyimpang. Ada pula yang menisbatkan diri ke sekelompok orang yang ada pada kebenaran dan ada yang mengikuti penyimpangan.

"Lalu apakah Sufi termasuk Ahlussunnah atau bukan dari Ahlussunnah? Kita ketahui seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, beliau Ahlussunnah dari kalangan Sufi. Ada Abu Hasan Asy-Syadzili, Syekh Zarruq, dan yang begitu (juga Ahlussunnah dari kalangan sufi)," tuturnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sufi tasawuf ahlussunnah wal jamaah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya