Bamsoet: Gus Yahya Bisa Bawa NU Makin Besar dan Solid
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 24 Desember 2021 - 23:05 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, mendukung penuh kepemimpinan Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU yang baru. Ia meyakini bahwa NU akan semakin solid dan besar di bawah kepemimpinan Gus Yahya.
Menurut Bamsoet, sapaan akrabnya, NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dengan jumlah anggota mencapai 79 juta jiwa, NU tidak hanya menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
Baca juga:Erick Thohir Optimistis Gus Yahya Teruskan Prestasi KH Said Aqil
"Sebagaimana diwariskan pendiri NU KH Hasyim Asy'ari yang menanamkan ajaran Hubbul Wathon Minal Iman, Cinta Tanah Air sebagian Dari Iman. NU juga senantiasa menjadi kekuatan sosial dunia dalam menghadirkan Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta'adul (keadilan)," kata Bamsoet dalam keterangan persnya, Jumat (24/12).
Ketua DPR RI ke-20 itu menjelaskan rekam jejak Yahya Cholil Staquf yang merupakan putra mendiang Cholil Bisri, pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang tak perlu diragukan lagi. Dalam kenegaraan, KH Yahya Cholil Staquf pernah menjadi Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Selain itu, Gus Yahya juga pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019. Menurut Bamsoet, tidak heran jika Gus Yahya sangat mewarisi jiwa toleransi dan pluralisme Gus Dur.
Baca juga:Ganti Nahkoda, Gus Yahya Sah Jadi Ketua Umum PBNU
Menurut Bamsoet, sapaan akrabnya, NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dengan jumlah anggota mencapai 79 juta jiwa, NU tidak hanya menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
Baca juga:Erick Thohir Optimistis Gus Yahya Teruskan Prestasi KH Said Aqil
"Sebagaimana diwariskan pendiri NU KH Hasyim Asy'ari yang menanamkan ajaran Hubbul Wathon Minal Iman, Cinta Tanah Air sebagian Dari Iman. NU juga senantiasa menjadi kekuatan sosial dunia dalam menghadirkan Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta'adul (keadilan)," kata Bamsoet dalam keterangan persnya, Jumat (24/12).
Ketua DPR RI ke-20 itu menjelaskan rekam jejak Yahya Cholil Staquf yang merupakan putra mendiang Cholil Bisri, pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang tak perlu diragukan lagi. Dalam kenegaraan, KH Yahya Cholil Staquf pernah menjadi Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Selain itu, Gus Yahya juga pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019. Menurut Bamsoet, tidak heran jika Gus Yahya sangat mewarisi jiwa toleransi dan pluralisme Gus Dur.
Baca juga:Ganti Nahkoda, Gus Yahya Sah Jadi Ketua Umum PBNU