LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, mendukung penuh kepemimpinan Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU yang baru. Ia meyakini bahwa NU akan semakin solid dan besar di bawah kepemimpinan Gus Yahya.
Menurut Bamsoet, sapaan akrabnya, NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dengan jumlah anggota mencapai 79 juta jiwa, NU tidak hanya menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
Baca juga: Erick Thohir Optimistis Gus Yahya Teruskan Prestasi KH Said Aqil"Sebagaimana diwariskan pendiri NU KH Hasyim Asy'ari yang menanamkan ajaran Hubbul Wathon Minal Iman, Cinta Tanah Air sebagian Dari Iman. NU juga senantiasa menjadi kekuatan sosial dunia dalam menghadirkan Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta'adul (keadilan)," kata Bamsoet dalam keterangan persnya, Jumat (24/12).
Ketua DPR RI ke-20 itu menjelaskan rekam jejak Yahya Cholil Staquf yang merupakan putra mendiang Cholil Bisri, pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang tak perlu diragukan lagi. Dalam kenegaraan, KH Yahya Cholil Staquf pernah menjadi Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Selain itu, Gus Yahya juga pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019. Menurut Bamsoet, tidak heran jika Gus Yahya sangat mewarisi jiwa toleransi dan pluralisme Gus Dur.
Baca juga: Ganti Nahkoda, Gus Yahya Sah Jadi Ketua Umum PBNU"Dengan berbagai pengalaman dan sepak terjang yang dimilikinya, baik dalam hal dakwah, organisasi, hingga kenegaraan, NU akan semakin solid dan besar di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf," ujar Bamsoet.
Di tengah situasi dunia yang masih dihantui terorisme, lanjut Bamsoet, NU menjadi benteng pertahanan dunia karena selalu dengan tegas menolak terorisme disamakan dengan jihad. NU senantiasa melawan tindakan teror yang dijalankan atas nama agama apapun dan oleh organisasi apapun.
"NU tidak pernah memberikan ruang bagi paham radikal, sekaligus selalu memberikan pencerahan kepada umat bahwa tindakan teror tidak dibenarkan atas nama agama. Salah satu tantangan terbesar lainnya yang harus dijawab NU ke depannya adalah bagaimana menggaet kalangan muda dan urban perkotaan. Sehingga basis NU tidak hanya hadir di berbagai desa, melainkan juga bisa menembus hingga jantung perkotaan," imbuh Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Baca juga: Mengenal KH Yahya Cholil Staquf, Putra Kiai dengan Kiprah Mendunia(asf)