Bolehkah Melabuhkan Pakaian Melebihi Mata Kaki?
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 25 Desember 2021 - 03:13 WIB
Manusia berjalan di jembatan kayu di atas pohon. Foto: Langit7/iStock.
Seorang muslim atau muslimah dituntut untuk berpakaian yang Islami dan tidak terpengaruh dengan budaya-budaya luar yang akan merusak akhlak manusia. Tidak mustahil dengan pakaian orang akan terjerumus kepada jurang kehancuran.
Pakaian dapat berfungsi sebagai penutup aurat (kemaluan), juga dapat berfungsi sebagai hiasan dan dapat berfungsi sebagai libasu at-Taqwa, pakaian yang menjadi ciri ketaqwaan. Untuk itu, maka setiap muslim terutama muslimah hendaklah mengetahui etika berpakaian menurut Islam.
Di antara etika berpakaian dalam beberapa hadits adalah dilarangnya melabuhkan pakaian hingga melebihi batas mata kaki atau disebut isbal. Bahkan Rasulullah memberikan ancaman yang keras kepada orang yang isbal disertai dengan kesombongan.
Baca Juga:Hati-hati, 10 Hal Ini Dapat Merusak dan Membatalkan Shalat
Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار
“Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari Nomor 5787).
Pakaian dapat berfungsi sebagai penutup aurat (kemaluan), juga dapat berfungsi sebagai hiasan dan dapat berfungsi sebagai libasu at-Taqwa, pakaian yang menjadi ciri ketaqwaan. Untuk itu, maka setiap muslim terutama muslimah hendaklah mengetahui etika berpakaian menurut Islam.
Di antara etika berpakaian dalam beberapa hadits adalah dilarangnya melabuhkan pakaian hingga melebihi batas mata kaki atau disebut isbal. Bahkan Rasulullah memberikan ancaman yang keras kepada orang yang isbal disertai dengan kesombongan.
Baca Juga:Hati-hati, 10 Hal Ini Dapat Merusak dan Membatalkan Shalat
Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار
“Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari Nomor 5787).