Membunuh Satu Jiwa Setara Menghilangkan Nyawa Seluruh Manusia
Fajar adhitya
Selasa, 28 Desember 2021 - 08:29 WIB
Ilustrasi pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang kemudian mayatnya ditelantarkan untuk menghilangkan jejak. Foto: Langit7/iStock.
Islam melarang pembunuhan, menumpahkan darah orang lain, dan perbuatan tersebut merupakan kezaliman yang amat besar. Allah menyatakan bahwa menumpahkan darah orang lain sama saja dengan membunuh semua umat manusia.
Islam adalah agama rahmatan lilalamin yang menghendaki perlindungan terhadap makhluk yang bernyawa maupun tidak. Allah melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi, apalagi sampai menghilangkan nyawa.
Surat Al Maidah ayat 32:
مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ
Artinya: Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.
Baca Juga:Sejarah Aliran Pemikiran Islam, dari Persoalan Politik hingga Teologi
Ayat tersebut mengisahkan peristiwa pembunuhan pertama keturunan Adam alaihissalam, yakni putra Adam bernama Qabil yang menumpahkan darah saudaranya, Habil. Pembunuhan yang dilakukan Qabil ini ternyata berdampak panjang bagi kehidupan manusia.
Islam adalah agama rahmatan lilalamin yang menghendaki perlindungan terhadap makhluk yang bernyawa maupun tidak. Allah melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi, apalagi sampai menghilangkan nyawa.
Surat Al Maidah ayat 32:
مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ
Artinya: Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.
Baca Juga:Sejarah Aliran Pemikiran Islam, dari Persoalan Politik hingga Teologi
Ayat tersebut mengisahkan peristiwa pembunuhan pertama keturunan Adam alaihissalam, yakni putra Adam bernama Qabil yang menumpahkan darah saudaranya, Habil. Pembunuhan yang dilakukan Qabil ini ternyata berdampak panjang bagi kehidupan manusia.