Tips Mudah Paham Alquran dengan Metode Penerjemahan
Fajar adhitya
Selasa, 28 Desember 2021 - 10:00 WIB
Membaca Alquran kini lebih mudah karena banyak aplikasi yang dapat membantu. Foto: iStock.
Allah mewahyukan Alquran kepada Nabi Muhammad di wilayah dan dalam dalam bahasa Arab. Salah satu alasan Alquran berbahasa Arab menurut ulama adalah untuk ememnuhi tututan sosial keberhasilan dakwah Islam.
Sejak saat itu, bahasa Arab menjadi satu bagian dari eksistensi Islam dan asas komunikasi penyampaian dakwahnya. Meski menggunakan bahasa Arab, objek dakwah Islam tidak terbatas pada satu wilayah dan bersifat universal.
Seiring berkembangnya Islam ke berbagai wilayah mempertemukan bahasa Arab dengan bahasa-bahasa lain menurut kondisi sosial setempat. Sehingga sempat terjadi pula bahasa-bahasa non-Arab menjadi terarabkan atau bahasa Arab terserap ke dalam kebudayaan wilayah ekspansi Islam.
Baca Juga:Ini Manfaat Mengucap Alhamdulillah bagi Kesehatan
Dalam rangka memermudah pembelajaran Alquran, maka muncul Alquran yang menyertakan terjemahan. Syaikh Manna Al Qaththan mengatakan, pada dasarnya terjemahan tidak diperlukan ketika Alquran telah menjadi bahasa keimanan dan keislaman umat.
Al Qaththan membagi pendekatan terjemah ke dalam dua kategori, yakni terjemah harfiyah dan terjemah tafsiriyah. Terjemah harfiyah ialah mengalihkan lafadz-lafadz dari satu bahas ke lafadz serupa dari bahasa lain dengan menjaga ketertiban dan rasa berbahasa.
Sedangkan terjemah tafsiriyah adalah menjelaskan makna pembicaraan dengan bhasa lain tanpa terikat dengan tertib kata-kata bahasa asal atau memperhatikan susunan kalimatnya. Penejemahan pada kategori ini menuntut pemahaman mendalam atas kaidah bahasa Arab dan bahasa objek dakwah.
Sejak saat itu, bahasa Arab menjadi satu bagian dari eksistensi Islam dan asas komunikasi penyampaian dakwahnya. Meski menggunakan bahasa Arab, objek dakwah Islam tidak terbatas pada satu wilayah dan bersifat universal.
Seiring berkembangnya Islam ke berbagai wilayah mempertemukan bahasa Arab dengan bahasa-bahasa lain menurut kondisi sosial setempat. Sehingga sempat terjadi pula bahasa-bahasa non-Arab menjadi terarabkan atau bahasa Arab terserap ke dalam kebudayaan wilayah ekspansi Islam.
Baca Juga:Ini Manfaat Mengucap Alhamdulillah bagi Kesehatan
Dalam rangka memermudah pembelajaran Alquran, maka muncul Alquran yang menyertakan terjemahan. Syaikh Manna Al Qaththan mengatakan, pada dasarnya terjemahan tidak diperlukan ketika Alquran telah menjadi bahasa keimanan dan keislaman umat.
Al Qaththan membagi pendekatan terjemah ke dalam dua kategori, yakni terjemah harfiyah dan terjemah tafsiriyah. Terjemah harfiyah ialah mengalihkan lafadz-lafadz dari satu bahas ke lafadz serupa dari bahasa lain dengan menjaga ketertiban dan rasa berbahasa.
Sedangkan terjemah tafsiriyah adalah menjelaskan makna pembicaraan dengan bhasa lain tanpa terikat dengan tertib kata-kata bahasa asal atau memperhatikan susunan kalimatnya. Penejemahan pada kategori ini menuntut pemahaman mendalam atas kaidah bahasa Arab dan bahasa objek dakwah.