LANGIT7.ID - , Jakarta - Permasalahan dalam hidup akan selalu ada mengiringi setiap langkah hidup seseorang. Masalah pun tidak akan memilih datang kepada orang kaya atau orang miskin, orang lemah atau orang kuat saja. Permasalahan akan menghampiri semua manusia yang ada di muka bumi ini.
Baca juga: Alhamdulillah! Masjidil Haram Siap Terima Jamaah Kapasitas PenuhNamun, tahukah Anda bahwa kesabaran dan pandangan hidup yang positif adalah dua alat penyembuhan terbesar yang dapat Anda gunakan untuk berbagai masalah yang dihadapi. Seperti yang sudah tertulis dalam Al-Quran berikut ini:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ # اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ # اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ.
Artinya:
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 155-157)
Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa setiap manusia akan diberikan masalah sebagai ujian, dan kunci untuk mengendalikannya adalah dengan sabar dan berpikir positif.
Bernard Jensen mengatakan, dalam bukunya The Science and Practice of Iridology, "Dokter zaman baru akan menyadari bahwa bengkel terpenting pria bukanlah tubuh fisik, tetapi pikiran yang mengendalikannya."
Dr. Ted M. Morter menegaskan hal ini dalam bukunya, Your Health Your Choice, ketika ia mengatakan bahwa “Pikiran negatif adalah penghasil asam nomor satu dalam tubuh (dan tingkat keasaman tubuh yang tinggi adalah penyebab utama penyakit). Karena tubuh akan bereaksi terhadap tekanan mental dan emosional negatif yang ditimbulkan oleh pikiran.”
Pikiran negatif dan positif ada di bagian otak. Untuk itu kita perlu menjaga otak tetap stabil, karena reaksinya berpengaruh pada kesehatan tubuh.
Dalam tulisannya di About Islam, dokter Naturopati Dr. Karima Burns mengatakan otak merupakan organ yang bekerja selaras dengan organ-organ lain dalam tubuh, dan mendapat asupan dari aliran darah yang sama. Maka dari itu, kita dapat memahami bagaimana berbagai peristiwa mental dapat mempengaruhi kita secara fisik.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Orang yang kuat bukanlah orang yang mengalahkan orang dengan kekuatannya, tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya saat marah.”
Faktanya, tetap sabar dan tenang adalah kunci kekuatan fisik.
Secara ilmu medis, latihan otak yang berat dapat menyebabkan kita menderita kekurangan fosfor. Dan orang yang memiliki kapasitas intelektual tinggi biasanya memiliki tingkat fosfor yang tinggi dalam sistem mereka.
Selain fosfor ada juga yodium. Jika kelenjar tiroid, organ utama untuk menangani emosi kita bekerja lembur, mengakibatkan kita bisa menderita kekurangan yodium.
Selanjutnya adalah kalium dan natrium yang bisa hilang saat kita mengalami stres. Sebab, stres berpengaruh pada kelenjar adrenal yang menciptakan lebih banyak kebutuhan mineral ini.
Kemudian ada juga hipoglikemia atau gula darah rendah. Penyebabnya bisa dikarenakan oleh kegembiraan yang berlebihan. Kita sering terlibat atau mengekspos diri kita pada kegembiraan yang intens dengan berteriak, menonton televisi secara berlebihan, dan pergi ke mal, bioskop, pesta ke klub malam, taman hiburan, dan lain-lain.
Ketika kita melihat sesuatu yang menggairahkan, korteks adrenal kita dirangsang dan terjadi peningkatan gula darah. Ini, pada gilirannya dapat merangsang pankreas untuk mengeluarkan insulin ke dalam darah untuk menurunkan kadar gula, menyebabkan kita kemudian mudah merasa lelah atau lemah.
Artinya berlebihan dalam sebuah kesenangan dan kegembiraan juga ternyata tidak baik untuk kesehatan. Untuk itu berlatih mengatakan "Alhamdulillah", untuk apa yang sudah kita miliki dan untuk apa yang kita hadapi.
Seperti dalam kebanyakan masalah kesehatan, melakukan pencegahan lebih baik daripada menemukan obatnya. Oleh karena itu, cara terbaik untuk menghindari sikap negatif dan mengendalikan emosi tubuh kita adalah dengan mengamalkan kata-kata mutiara yang telah diberikan kepada kita melalui Al-Qur'an dan Hadits.
Baca juga: Disebut dalam Alquran, Ini Manfaat Delima untuk Kesehatan TubuhKita harus mengatakan,
1. Mengucap “Alhamdullilah” atas apa yang kita miliki,
2. “Insya Allah” atas apa yang kita niatkan,
3. "Astaghfirullah" ketika kita kehilangan kesabaran atau menjadi lemah, dan
4. "Allahu Akbar" ketika kita menghadapi tantangan hidup.
Lima ungkapan ini yang diucapkan secara teratur, bagaikan seperti mengonsumsi multivitamin untuk kesehatan holistik.
(est)