Khazanah Islam di Nusantara
Tombo Ati, Intisari Al-Qur'an-Hadits Karya Sunan Bonang
Muhajirin
Kamis, 13 Januari 2022 - 14:14 WIB
Makam Sunan Bonang (Dok Pemkab Tuban)
Pada 2005, Opick mendendangkan lagu Tombo Ati dan meledak di publik Indonesia. Lagu itu pun seolah menjadi lagu wajib pada bulan Ramadhan di sejumlah televisi.
Cak Nun dengan Kiai Kanjeng-nya juga mengembangkan lagu tersebut pada 1996. Lalu, lagu penuh nasihat yang populer di kalangan umat Islam ini kian popular setelah dinyanyikan dai kondang, Aa Gym.
Tembang Tombo Ati merupakan karya monumental Sunan Bonang, salah satu dari sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Sunan Bonang lahir pada 1465 dan wafat pada 1525 M.
Sunan Bonang dimakamkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Versi lain menyebut makamnya ada di 3 tempat yang berbeda. Meski demikian, makam Sunan Bonang di Tuban tak pernah sepi dari peziarah.
Pendiri Tasawuf Underground, Ustadz Halim Ambiya, mengatakan, nasihat Sunan Bonang melalui Tembang Tombo Ati itu diambil dari rangkaian intisari Al-Qur'an dan Hadits, serta wejangan para ulama terdahulu.
Ibrahim Al-Khawash pernah menyebut hal serupa dengan susunan yang berbeda, tetapi mempunyai maksud sama. Al-Khawash mengatakan obat hati ada lima perkara, yaitu membaca Al-Quran sembari merenungkan maknanya, mengosongkan perut, bangun malam, beribadah di waktu sahur, dan bersahabat dengan orang-orang saleh.
Baca Juga:Lingsir Wengi Bukan Lagu Horor tapi Tembang Dakwah Sunan Kalijaga, Ini Makna Aslinya
Cak Nun dengan Kiai Kanjeng-nya juga mengembangkan lagu tersebut pada 1996. Lalu, lagu penuh nasihat yang populer di kalangan umat Islam ini kian popular setelah dinyanyikan dai kondang, Aa Gym.
Tembang Tombo Ati merupakan karya monumental Sunan Bonang, salah satu dari sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Sunan Bonang lahir pada 1465 dan wafat pada 1525 M.
Sunan Bonang dimakamkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Versi lain menyebut makamnya ada di 3 tempat yang berbeda. Meski demikian, makam Sunan Bonang di Tuban tak pernah sepi dari peziarah.
Pendiri Tasawuf Underground, Ustadz Halim Ambiya, mengatakan, nasihat Sunan Bonang melalui Tembang Tombo Ati itu diambil dari rangkaian intisari Al-Qur'an dan Hadits, serta wejangan para ulama terdahulu.
Ibrahim Al-Khawash pernah menyebut hal serupa dengan susunan yang berbeda, tetapi mempunyai maksud sama. Al-Khawash mengatakan obat hati ada lima perkara, yaitu membaca Al-Quran sembari merenungkan maknanya, mengosongkan perut, bangun malam, beribadah di waktu sahur, dan bersahabat dengan orang-orang saleh.
Baca Juga:Lingsir Wengi Bukan Lagu Horor tapi Tembang Dakwah Sunan Kalijaga, Ini Makna Aslinya