Langit7, Yogyakarta - Para pecinta fauna, baik hewan ternak atau pun peliharaan pasti mengharapkan pertumbuhan dan perkembangan hewannya dengan baik dan sehat.
Namun, gangguan kesehatan seringkali hinggap dan menjadi masalah tertentu bagi hewan. Kebanyakan dari pemilik, membawa hewan kesayangan mereka ke dokter hewan.
Untuk mendukung pengobatan tersebut, apotek khusus hewan tentu menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Untuk itu, Universitas Gadjah Mada sejak dua tahun lalu mulai mendirikan Apotek Veteriner.
Baca juga: Mardani Maming, Bendahara Umum PBNU Pencinta Syiar IslamApotek khusus menyediakan obat hewan ini menjadi yang pertama didirikan di Indonesia.
Dilansir dari laman ugm.ac.id, apotek ini menjawab berbagai permasalahan dalam pengawasan dan kontrol dalam penggunaan obat hewan di Indonesia. Diharapkan, melalui apotek veteriner dapat memberikan jaminan keamanan serta ketersediaan obat hewan yang baik.
Ketua Tim Pembentukan Apotek Veteriner UGM, drh. Agustina Dwi Wijayanti menjelaskan selain berfungsi layaknya sebuah apotek, di tempat itu juga menjadi tempat pengawasan dan kontrol penggunaan obat di Indonesia.
"Saat ini, obat hewan beredar bebas di tengah masyarakat dan dapat diperoleh dengan mudah. Bahkan, obat keras sekalipun dapat diperoleh dengan mudah tanpa resep, dari obat-obatan itu kemudian diketahui kerap kali disalahgunakan," kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (16/1).
Apotek yang berada Rumah Sakit Hewan (RSH) Prof. Soeparwi, tepatnya sebelah barat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM itu, diyakini menjadi solusi tepat dalam pengamanan penggunaan obat hewan.
Baca juga: Jonathan Brown, Mualaf Amerika yang Jadi Profesor Ahli HaditsApalagi, saat ini masyarakat bisa mendapatkan obat hewan secara mudah yang tersebar di Poultry Shop, Pet Shop, toko obat, ataupun retail online, yang belum bisa dijamin prosedurnya.
Padahal, kata dia, prosedur pelayanan obat yang ‘ketat’ ataupun tenaga berkompetensi, seperti dokter hewan ataupun apoteker diperlukan sebagai penanggungjawab obat yang diedarkan.
Selain itu, melalui Apotek Veteriner ini juga diharapkan dapat menjawab masalah praktik ekstra label. Di mana menjadi praktik penggunaan obat dengan cara yang tidak sesuai dengan anjuran dan aturan pakai, seperti ketentuan spesies yang ditujukan, tingkatan dosis, frekuensi penggunaan, dan lainnya.
Untuk itu, lahirnya Apotek Veteriner UGM diharapkan dapat berperan meningkatkan edukasi terkait informasi dan penggunaan obat hewan. Sehingga, dapat meningkatkan pengendalian penyakit hewan, membantu mengatasi masalah terjadinya resistensi antimikroba dan residu obat hewan pada produk pangan asal hewan.
"Dengan begitu, hewan dapat berdampingan baik bersama manusia, dan produk-produk pangan asal hewan juga bisa aman dikonsumsi oleh manusia," jelasnya.
Baca juga: Mengenal Ibnu Khaldun, Bapak Sejarah dan Sosiolog ModernAgustina berharap, pendirian Apotek Veteriner UGM ini dapat memantik pendirian apotek hewan di seluruh Indonesia. Sebab, dengan kehadiran apotek khusus hewan tersebut, masyarakat mempunyai rujukan untuk memperoleh obat hewan yang legal dan aman, dan mendapat edukasi seputar penggunaan obat-obat hewan.
(zul)