LANGIT7.ID, Jakarta - Mardani H Maming resmi menjabat Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Bendum PBNU) periode 2022-2027.
Jabatan itu dipegangnya atas penunjukan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, saat mengumumkan kepengurusan periode 2022-2027, Rabu (12/1) lalu.
Lantas siapa sebenarnya sosok Mardani H Maming?
Muslim kelahiran Batulicin, 17 September 1981 itu dikenal sebagai pengusaha muda yang cukup sukses. Dia menjabat sebagai komisaris di PT Batulicin Enam Sembilan, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara.
Kiprahnya di dunia usaha, membuatnya dipercaya memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2019-2022.
Selain di dunia bisnis, mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dua periode itu juga pernah menjadi mantan anggota DPRD Fraksi PDIP Kabupaten Tanah Bumbu 2009-2010.
Dilansir
Antara, Mardani juga memiliki kecintaan terhadap syiar Islam. Dia menilai keberadaan para ulama dan ustadz lokal sangat penting bagi pengembangan syiar Islam dan kehidupan keagamaan bagi masyarakat, termasuk di Tanah Bambu.
"Kedekatan terhadap ulama adalah pondasi dalam menjalankan syiar Islam untuk membangun akhlak manusia," ujarnya.
Dukungannya itu sudah terlihat saat dia masih menjabat Bupati Tanah Bumbu. Dia kerap kali mendorong kegiatan pengajian dan syiar Islam setempat untuk terus dikembangkan, salah satunya melalui tabligh akbar.
Selain itu, melalui Yayasan Haji Maming, dia juga turut andil dalam mengatasi masalah pemakaman korban Covid-19 beberapa waktu lalu.
Yayasan keluarga itu menyiapkan Komplek Pemakaman Alkah Haji Maming di Batulicin, sebagai lokasi pemakaman dokter dan perawat pasien Corona asal Tanah Bumbu yang gugur dalam tugas.
Selain di Komplek Pemakaman Alkah Haji Maming, Mardani juga menyiapkan lokasi pemakaman umum untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Tanah hibah dari Yayasan Haji Maming itu terletak di kawasan Desa Sungai Dua dengan luas lahan 2 hektare. Adapun 1 hektare untuk makam warga muslim, dan sisanya untuk warga Kristen dan Konghucu.
(jqf)