Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Ayana Moon, Jatuh Cinta pada Islam dari Kisah di Timur Tengah

Dwitisya Rizky Desindatika Jum'at, 23 Juli 2021 - 15:54 WIB
Ayana Moon, Jatuh Cinta pada Islam dari Kisah di Timur Tengah
Ayana Moon di depan Masjid di Seoul Korea Selatan (foto: instagram/@xolovelyayana)
LANGIT7.ID - Banyak cara bagi seseorang untuk mulai mencintai Islam. Seperti Ayana Moon yang mulanya tertarik dengan hal-hal terkait Timur Tengah, berujung melirik Islam sebagai agama yang indah.

Sedikit berbeda dari remaja kebanyakan, Ayana remaja suka menonton berita, dokumenter, dan perkembangan tentang isu-isu mulai dari politik hingga budaya asing. Hal tersebut tidak lepas dari kebiasaan kedua orang tuanya yang memiliki selera yang sama.

“Ketika saya masih SD, terjadi Perang Irak yang membuat saya terkesan dengan para wanita yang menutupi tubuhnya dengan kain hitam sambil melakukan demo di depan Kedutaan AS. Karena itulah saya belajar tentang Timur Tengah,” cerita Ayana dalam wawancara dengan Ten Indonesia, (16/4/2021).

Rasa keingintahuan itu membuatnya bertemu banyak orang, termasuk seorang profesor yang membesarkan hatinya dan memberi dukungan atas ketertarikan tersebut ke arah yang positif dengan mengatakan bahwa perspektif akademis bisa terus diperkaya melalui agama.

Ketertarikan tersebut terus berlanjut hingga Ayana memutuskan untuk menjadi mualaf ketika SMA tepatnya di tahun 2015. Tentu saja perjalanannya tidak semulus itu. Ayana sempat mendapat penolakan besar dari keluarga dan kerabatnya. Semua menanyakan pertanyaan yang sama, yaitu apa alasannya memutuskan untuk memeluk Islam. Stigma negatif tentang Islam yang menyebabkan beratnya keluarga Ayana untuk menerima keputusan tersebut.

“Banyak pemikiran negatif tentang Islam di Korea, sehingga membuat mereka khawatir kalau saya bisa terjerumus dalam aliran-aliran sesat,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuannya di wawancara tersebut, Ayana adalah tipe orang yang tidak memusingkan omongan orang lain, sehingga banyaknya pertentangan dari orang-orang termasuk keluarganya tidak terlalu memengaruhi keputusannya.

“Bukan karena saya bertindak semena-mena, tetapi ini adalah hidup yang akan saya jalani sendiri, sehingga saya berpikir apa yang menurut saya benar adalah benar. Ada saat-saat ketika saya menghadapi masalah yang tidak terduga setelah menjadi mualaf, tetapi saya tidak pernah menyesalinya.”

Karena keteguhannya untuk terus mempelajari agama barunya itu, perempuan kelahiran 28 Desember 1995 ini memutuskan untuk pindah negara Islam untuk melanjutkan studinya. Saat itu usianya masih 19 tahun, Ayana hidup di Malaysia tanpa dukungan finansial dari kedua orang tuanya.

Terlahir dari keluarga kelas menengah ke atas, tentu apa yang dialami mahasiswa Ilmu Komunikasi ini membuat teman-temannya keheranan dengan sikapnya yang tidak kewalahan saat harus hidup tanpa fasilitas dari orang tua, disaat semua hidup dan masa depannya akan terasa mudah jika Ayana tidak membuat keputusan memeluk Islam.

Lagi-lagi Ayana menyadari itu, dengan tabah dan menerimanya sebagai sebuah konsekuensi untuk bisa menjadi muslim. Ayana menyadari semua reaksi orang terdekatnya itu merupakan rasa khawatir, ia pun harus berusaha dan membuktikan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat ia menjadi seorang muslim dan Islam tidak buruk seperti yang mereka bayangkan.

Ayana Moon, Jatuh Cinta pada Islam dari Kisah di Timur Tengah

Berkat usaha dan doa yang tulus, kini hubungan Ayana dan keluarga semakin baik, bahkan sang adik, Aydin Moon mengikuti jejaknya menjadi mualaf di tahun 2019. Meskipun berkuliah di Malaysia, nama Ayana pun cukup populer di Indonesia setelah kerja samanya dengan salah satu brand kosmetik Indonesia. Ayana juga kerap diundang menjadi pembicara untuk membagikan kisah dibalik perjuangannya mempelajari Islam, dan seketika menjadi kelompok minoritas di negara asalnya.

Perempuan bernama asli Ayana Jihye Moon ini juga aktif di sosial media dan menjadi influencer muslim yang banyak menginspirasi anak muda lainnya untuk tidak pernah berhenti belajar. Karena ingin membagi ceritanya lebih luas lagi, Ayana pun menuangkan kisahnya dalam sebuah buku berjudul “Ayana Journey to Islam”.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)