LANGIT7.ID - , Jakarta - Dokter Muslim dari Toronto, Aisha Khatib membantu persalinan seorang wanita dari Uganda di dalam pesawat Qatar Airways. Sebelumnya, Khatib mendengar pertanyaan dari interkom, "Apakah ada dokter di dalam pesawat ini?" dalam penerbangannya dari Doha ke Entebbe bulan lalu.
Tanpa ragu, Khatib memutuskan untuk menjadi sukarelawan membantu kelahiran pertama dari pekerja wanita yang akan pulang tersebut.
Baca juga: Pilot Wanita Termuda Terbang Keliling Dunia dengan Pesawat Microlight"Tidak pernah mengira saya akan bantu persalinan bayi dalam penerbangan! ️ @qatarairways Terima kasih kepada kru maskapai yang membantu mendukung lahirnya Miracle in the air ini! Ibu dan bayi baik-baik saja dan sehat! #travelmedicine" tulis Khatib melalui akun Twitter @AishaKhatib, pada Kamis (13/1/2022) lalu.
“Tidak pernah terpikir saya akan membantu persalinan dalam penerbangan! Terima kasih kepada kru maskapai yang membantu mendukung lahirnya Keajaiban di udara ini! Ibu dan bayi baik-baik saja dan sehat!,” kata Dr. Khatib seperti dikutip dari CBC, Kamis (20/1/2022).
Begitu bayi itu keluar di kursi, penumpang lain muncul di samping Khatib dan mengenalkan dirinya sebagai dokter anak Médecins Sans Frontières.
Dengan ibu dalam kondisi stabil, dokter anak menyerahkan bayi yang baru lahir kembali ke Khatib.
"Saya berkata, 'Oke, selamat! Itu perempuan!’ Dan pada saat itu, seluruh pesawat bertepuk tangan dan bersorak, dan saya seperti, ‘Oh, benar. Saya di pesawat,'” kata Khatib.
Baca juga: Pesawat Nirawak Selamatkan Lansia dengan Demensia Setelah 18 Jam Hilang"Bagian terbaiknya adalah sang ibu memberi nama anaknya sama denganku. Dia menamainya Miracle Aisha" sambungnya.
Sebagai hadiah, Khatib memberikan kalung emas bertuliskan namanya dalam tulisan Arab pada Miracle Aisha.
"Saya memiliki kalung yang bertuliskan nama saya dalam bahasa Arab, jadi saya memberikannya sebagai nama saya. Sehingga dia selalu ingat bahwa dia diantar oleh seorang wanita bernama Aisha, di udara, [ketika] kami terbang di atas Sungai Nil," katanya.
"Ini sangat spektakuler"
(est)