LANGIT7.ID - Tempat untuk berobat dan merawat pasien sakit yang kini disebut
rumah sakit, telah dibuat oleh dokter muslim pada era kekhalifahan Islam sejak abad ke-7 M. Hal itu bisa dilihat dari Bimaristan atau rumah sakit yang didirikan Khalifah Al-Walid ibn Abd Malik dari Dinasti Umayyah pada 706 M.
Bimaristan ditulis secara terperinci oleh ulama besar Dr Ahmad Isa Bik dalam bukunya
Tarikh al-Bimaristanat Fi al-Islam. Buku ini menjelaskan tentang keagungan dan kemegahan peradaban Islam dalam meningkatkan kesejahteraan dan kebaikan umat.
Menurut Ahmad Isa Bik, pada awal sejarah Islam sebutan rumah sakit disebut al-bimaristan bukan
al-
mustasyfa seperti sekarang. Al-Bimaristan bukan dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa Persia yang tersusun dari dua kata yakni bimar yang berarti sakit, cedera, atau terluka dan kata satan yang berarti tempat.
Baca Juga: Konsep Tauhid Dijadikan Dasar Ilmu Kedokteran Islam Sejak 7 Masehi
Jadi, Bimaristan merupakan tempat orang sakit dan melakukan pengobatan berbagai penyakit atau melakukan operasi pada zaman itu. Sedangkan, kata al-mustasyfa baru dikenal saat didirikan rumah sakit Abu Zu’bal di Kairo, Mesir, pada 1825 M yang mengusung konsep modern.
Ahmad Isa Beik menjelaskan, model rumah sakit atau Bimaristan sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, yakni saat Sa’ad ibn Mua’dz terluka usah perang Khandaq. Nabi SAW mendirikan tenda di dekat masjid dan meminta Rufaidah merawat Sa’ad.
Bimaristan mulai menjadi perhatian serius dan dikembangkan sejak era kekhalifahan Islam setelah Rasulullah wafat. Bimaristan yang paling besar dan terkenal adalah Bimaristan Jundaisabur yang berdiri selama 3 abad.
Bimaristan Jundaisabur terletak di Kota Jundaisabur, Khuzistan (dekat Baghdad). Rumah sakit ini sangat masyhur pada zamannya, sebab dari sana banyak memunculkan dokter-dokter, serta awal mula perkembangan ilmu kedokteran.
Baca Juga: Tak Hanya Ibnu Sina, Ini Para Ilmuwan Kedokteran Hebat dalam Sejarah Islam
Ahmad ibn Thulun juga mendirikan Bimaristan di Mesir bernama Bimaristan Al-‘Atiq. Itu yang menjadi rumah sakit pertama di Mesir. Bimaristan ini terletak di Fustath sejak 872 M. Ada juga Bimaristan lain di Mesir seperti Zaqaqul Qanadil, Al-Ma’arif, Qasyasyin, Siqqityhin, Al-Nashiri, dan Iskandariyah.
Mansur Al-Qalawun, (Sultan Mamluk Bahri ketujuh yang memerintah Mesir dari 1279-1290) juga membangun rumah sakit megah dengan berbagai macam fasilitas. Rumah sakit itu membedakan ruang pasien laki-laki dan perempuan, juga ruang perawat laki-laki dan perempuan, ruang perawatan jenazah, ruang operasi, mushola, dan lain-lain.
Di Irak ada banyak Bimaristan yang didirikan. Ada Bimaristan Al-Rasyid yang didirikan Harun Al-Rasyid pada 786 M. Diikuti wazir Harun Al-Rasyid, Yahya ibn Khalid Barmakhi, yang juga mendirikan Bimaristan.
Baca Juga: Perkembangan Ilmu Kedokteran dalam Sejarah Islam, Lahirnya Dokter Muslim Hebat
Masih banyak lagi Bimaristan yang dikembangkan era dinasti-dinasti Islam. Di sana selain terdapat fasilitas kesehatan juga menjadi tempat pendidikan bagi para dokter, sehingga Bimaristan dilengkapi dengan tempat kuliah bagi mereka, sekaligus perpustakaan kedokteran,” tulis Yuniar Indra, mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, di laman resmi Tebuireng.
(jqf)