Langit7, Tokyo - Pemerintah masih terus membidik potensi industri halal guna mendorong Indonesia untuk menguasai pasar halal dunia.
Salah satu sektor yang berpeluang untuk dikembangkan yakni pariwisata. Tren konsumen halal
lifestyle dan pariwisata halal mencakup aspek lokasi wisata, makanan, jasa dan lainnya.
Dengan berkembangnya pawisata halal, diharapkan bisa ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke depan. Apalagi, jumlah wisatawan muslim diproyeksi mencapai 230 juta orang pada 2026.
Baca juga: Dua Tahun Pandemi, Usaha Pengrajin Bambu Ini Mulai Banjir OrderanDilansir KJRI Osaka, Indonesia memanfaatkan peluang itu demi meningkatkan nilai ekspor produk halal ke Jepang, khususnya produk makanan dan minuman (mamin) halal. Apalagi, Jepang juga tengah bersiap menjadi tuan rumah Expo 2025 Osaka/Kansai.
"Penting sekali produk bersertifikasi halal, khususnya produk mamin dalam menunjang halal tourism. Apalagi pada tahun 2026, nilai perjalanan wisata muslim global diperkirakan mencapai USD300 miliar," ujar Konjen RI Osaka, Diana ES Sutikno, dalam keterangannya, dikutip Minggu (23/1).
Untuk itu, pihaknya berupaya memanfaatkan kesempatan di Expo 2025 Osaka/Kansai dengan menghadirkan berbagai produk mamin halal khas Indonesia.
Adapun beberapa produk unggulan Indonesia yang dipromosikan, di antaranya mi instan, saus sambal, tempe, dan bumbu rendang instan.
“Produk makanan dan minuman halal Indonesia dapat mengisi peluang ini," ujarnya.
Baca juga: Jaga Momentum Ekspor, Kemendag Gelar Good Design IndonesiaBahkan, pengusaha tempe asli Indonesia yang tinggal di Shiga, Rustono, turut hadir membawa produk tempe yang sudah dimasak menjadi hidangan tempe goreng dan tempe orek.
Sementara itu, Chairman Japan Halal Service Co.,Ltd., Tohir Mabruri, yang turut hadir juga memberikan paparannya terkait mengenai seluk beluk halal hospitality, yang meliputi makanan dan layanan halal yang sesuai dengan gaya hidup Muslim.
Dalam hal ini peluang kerja sama Indonesia-Jepang dalam mengembangkan wisata halal terbua lebar.
“Kami rasa seminar ini dapat menjadi momentum bagi masa depan kerja sama kedua negara," ujar Associate Adviser Otsu CCI, Takao Taniguchi, dalam pesan singkatnya mewakili pihak penyelenggara.
Baca juga: Alasan Muhammadiyah Haramkan Uang Kripto Jadi Alat Tukar(zul)