LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir (UBN) memaparkan dua hal penting yang harus dikuatkan pada masa pandemi Covid-19. Dua poin itu penting menjadi misi utama selain upaya peningkatan iman dan imun.
Dua poin tersebut, yakni meningkatkan saturasi cinta di keluarga dan aktif di komunitas. Keluarga menjadi
front terdepan saat seorang terkena pandemi, maka hal tersebut sangat penting membuat rumah selalu diliputi rasa bahagia dan cinta.
Demikian pula komunitas. Berasal dari komunitas, seseorang bisa melakukan hal-hal positif. Misalnya saling mengingatkan dan menguatkan. Kekuatan sosial di tengah pandemi sangat dibutuhkan. Meski hanya virtual, tapi pertemuan dalam komunitas memicu rasa bahagia dari dalam diri seseorang.
“Ketika rumah sakit sudah penuh, ingat, sebenarnya ada ruang langit yang sangat strategis yang bisa kita gunakan, untuk menekan tingkat kematian dan kecemasan di tengah masyarakat, apa itu? Pertama, saturasi cinta di keluarga. Saturasi cinta ini harus ditingkatkan, karena pada masa pandemi ini orang terdekat orang yang melayani kita adalah keluarga. Kedua, pentingnya komunitas. Tingkat kecemasan bisa diatas lewat keluarga dan komunitas,” kata UBN, Kamis (22/7/2021) malam WIB.
UBN menyampaikan nasihat tersebut dalam acara Bentengi Diri di Masa Pandemi dengan Protokol Langit dan Bumi. Acara tersebut digelar MUIMU dan disiarkan melalui kanal Youtube AQL Islamic Center.
Selain itu, lulusan Universitas Madinah itu juga mengingatkan, tokoh agama dan tokoh nasional harus membimbing masyarakat untuk menguatkan iman dan imun. Tak hanya itu, doa harus terus melangit agar pandemi bisa segera berakhir.
Dia menekankan, berdoa tak boleh hanya seremoni semata. Jika demikian, doa akan kehilangan makna. Doa harus dilanjutkan dengan ketaatan kepada Allah SWT. Ketaatan itu dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya secara sungguh-sungguh.
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ
“Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar,” (QS. Al-Balad: 11)
Menurut UBN, jalan itu memang berat, tapi harus dilalui. Itulah yang dimaksud jalan mendaki dalam surah Al-Balad ayat 11.Ulama menafsirkan, mendaki artinya menjalankan perintah dan menjauhi larangan demi mendapatkan rida dari Allah SWT.
"Doa akan kehilangan makna jika hanya sebatas seremoni, jika tidak dilanjutkan istijabah, lalu dilanjutkan dengan iman, yaitu sungguh-sungguh kepada Allah, karenanya doa harus dibarengi dengan keukuatan dan ketaatan kesungguhan ketaatan kepada Allah SWT," ucapnya.
Beliau menegaskan, ketika tahap itu telah dilalui, maka doa bisa dikabulkan oleh Allah SWT. "Pada saat yang sama, doa kita akan mendapatkan pangkasnya, yakni ijabah, kalau kita mengimani bahwa Allah Maha Kuasa, Maha Mampu, bisa mengangkat semua peristiwa," ujarnya.
(asf)