Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Cara Mendidik Anak Agar Cerdas dan Percaya Diri

Muhajirin Rabu, 26 Januari 2022 - 23:00 WIB
Cara Mendidik Anak Agar Cerdas dan Percaya Diri
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap orangtua pasti menginginkan anak yang cerdas dan percaya diri. Itu bisa dicapai jika memperhatikan pola pendidikan anak sejak dini. Orang tua harus pandai mengelola emosi, sabar, dan ikhlas saat berhadapan dengan buah hati.

Menurut pakar neuroparenting, dr Aisah Dahlan, cara efektif mendidik anak adalah mengajaknya mengobrol, meski hanya sebentar. Mengontrol emosi juga sangat penting. Emosi orang tua bisa menular kepada anak.

"Yang luar biasa, ada penelitian jika ibu rileks, anak bisa tiga kali lebih rileks. Ibunya senang, anaknya tiga kali lipat senang. Ibunya tenang, anak tiga kali lipat tenang. Begitu juga sebaliknya. Ibunya marah, anaknya bisa tiga kali lipat marah. Untungnya yang negatif-negatif ini jalannya lambat dalam penularan," katanya melalui kanal YouTube Pecinta dr Aisah Dahlan, dikutip Rabu (26/1/2022).

Hal itu dikarenakan dalam tubuh manusia terdapat vibrasi (gelombang atau getaran) yang bisa menular. Dalam tubuh manusia bukan hanya badan seluler, tapi ada juga badan bioplasmik.

Tubuh manusia itu keluar cahaya, atau keluar namanya gelombang elektromagnetik. Badan bioplasmik itu keluar melalui pembuluh meridian, sel, badan seluler, lalu sistem saraf.

"Apa yang kita emosikan itu akan jalan ke badan, bekerjasama dengan jantung, lalu memancarkan keluar, menular sekeliling. Lalu kenapa anak bisa tiga kali lipat, karena sinyal anak sama dengan bunda, makanya doa ibu kepada anak sangat dahsyat," kata Aisha Dahlan.

Selain itu, untuk menjadikan anak cerdas dan percaya diri, orang tua terlebih dahulu memahami tiga karakter anak yakni cuek, introvert, dan ekspresif. Tipe cuek tak mempermasalahkan jika orang tua marah.

Karakter Introvert itu tipe pemikir. Untuk menjawab 'iya' saja anak dengan karakter seperti ini mesti berpikir terlebih dahulu. Ada pula tipe ekspresif yang selalu ceria. Setelah mengenal tiga karakter ini, orang tua cukup melakukan hal-hal kecil untuk mencerdaskan anak.

Hal-hal kecil yang dilakukan orang tua kepada anak bisa memberi usaha yang luar biasa. Misal, orang tua meminta maaf kepada anak ketika merasa salah. Pilihan kalimat permintaan maaf orang tua pun harus diperhatikan.

Misalnya, orang tua mengatakan 'bunda/ayah minta maaf ya anak'. Orang tua tidak dianjurkan kalimat maaf 'maafkan ayah/bunda ya nak.'

"Kalimat yang harus digunakan adalah kalimat yang pertama. Mengapa bukan kalimat yang kedua? Pada kalimat kedua mengandung makna bahwa orang tua menyuruh anaknya untuk minta maaf," kata dr Aisah Dahlan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)