LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang ilmuwan asal Turki, Dr. Derya Unutmaz tengah mengembangkan pengobatan baru untuk melawan semua varian virus Covid-19. Ia mengadopsi metode yang digunakan dalam pengobatan kanker untuk sel yang terinfeksi oleh Covid-19.
Dr. Derya adalah seorang peneliti utama di Jackson Laboratory yang berbasis di Connecticut, Amerika Serikat. Ia bersama timnya melakukan riset atas pertanyaan bagaimana mengembangkan sistem kekebalan yang efektif melawan semua varian Covid-19.
Baca juga: Waspada, Batuk dan Tenggorokan Gatal Bisa jadi Gejala OmicronUnutmaz bersama timnya menggunakan teknologi biologi sintetis untuk meningkatkan pengobatan. Ia mengklaim pengobatan baru itu terbukti efektif melawan semua varian Covid-19.
"Kami mendapatkan hasil yang sukses dalam pekerjaan laboratorium di sel pemrogaman, yang merupakan bagian biologi sintetis. Langkah selanjutnya adalah mengujinya pada hewan," kata Unutmaz, Jumat (28/1).
Peneliti Turki itu mencatat bahwa mereka mengadopsi metode yang digunakan dalam pengobatan kanker untuk sel yang terinfeksi oleh virus Covid-19. Menurut Unutmaz, varian Covid-19 dapat lolos dari antibodi yang dikembangkan oleh tubuh. Oleh karena itu, orang yang divaksinasi dapat tertular virus varian omicron.
Baca juga: Pasien Omicron dengan Gejala Ringan Diimbau Isolasi Mandiri"Ada tonjolan yang kita sebut protein lonjakan di permukaan virus, ini adalah kunci virus. Dengan menggunakan ini virus menempel pada kunci di permukaan sel, membuka dan memasukinya. Setelah itu menghasilkan proteinnya sendiri, menyalin dan menyebarkannya ke sel lain," ungkap Unutmaz.
"Metode yang kami kembangkan sebenarnya untuk menjebak virus. Kami mengambil kunci di permukaan sel dan mengubahnya menjadi molekul dengan biologi sintetis," ujarnya.
Menyoroti tidak ada varian Covid-19 yang dapat lolos dari metode tersebut, Unutmaz mengatakan seiring perkembangan virus itu akan mengikat kunci sintetis dengan lebih baik. Sehingga perawatan lanjutan timnya akan menjadi metode efektif terhadap varian yang mungkin muncul di masa depan.
Baca juga: Omicron Merebak, PTM Jalan Terus"Kami telah menerima tanggapan yang sangat positif. Kami sangat senang dapat mengembangkan metode seperti itu," ucapnya.
Unutmaz menggarisbawahi bahwa penelitian ini dipersembahkan oleh dua ahli imunologi, yang satu di Turki. Dia juga menambahkan bahwa bioteknologi sedang berkembang di Turki dan mereka mungkin dapat melakukan beberapa pekerjaan di masa depan.
"Kami telah melalui proses yang sangat sulit, sudah hampir dua tahun. Kami semua sangat lelah, tetapi orang tidak boleh putus asa. Saya pikir sebagian besar pandemi akan berakhir dengan omicron," imbuhnya. (Sumber: Anadolu Agency)
Baca juga: Kemenkes Siapkan Telemedisin bagi Pasien Positif Omicron(asf)