Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Hikmah Pengulangan Ayat-ayat Al-Qur'an

Muhajirin Rabu, 02 Februari 2022 - 22:00 WIB
Hikmah Pengulangan Ayat-ayat Al-Qur'an
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengulangan ayat dalam Al-Qur'an bisa ditemui di banyak surah. Paling fenomenal tentu dalam Surah Ar-Rahman. Itu merupakan salah pola komunikasi dalam Al-Qur'an. Ada banyak hikmah di baliknya.

Quraish Shihab dalam Kitab Tafsir Al-Qur'an Al-Karim menjelaskan, pengulangan kata pada Al-Qur'an memiliki makna yang sedikit atau banyak berbeda dengan kata yang diulang. Para ulama tafsir hampir sepakat soal itu.

Mengutip laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Syekh Muhammad bin Salih dalam Tafsir Juz 'Amma merunut 3 hikmah besar di balik pengulangan dalam Al-Qur'an. Ketiganya adalah sebagai berikut:

1. Penjelasan Tentang Mengenai Urgensi Masalah

Penjelasan tentang urgensi masalah bisa ditemui dalam Surah Ar-Rahman. Ini untuk menunjukkan pentingnya menampakkan aneka nikmat Allah Ta'ala yang tak terhitung.

Dalam Tafsir al-Mizan, at-Thabathabai menjelaskan, pengulangan ayat dalam Surah Ar-Rahman mengandung isyarat mengenai ciptaan Allah yang memiliki banyak bagian-bagian. Ciptaan itu terbentang di langit dan bumi, darat dan laut, bahkan manusia dan jin.

Allah pula yang mengatur segala hal tersebut berada pada satu pengaturan yang bermanfaat bagi golongan jin dan manusia. Maka itu, kemanfaatan tersebut akan tetap berlaku di dunia maupun di akhirat kelak.

2. Agar Pesan yang Disampaikan Lebih Meresap ke Hati Manusia

Pengulangan dalam Al-Qur'an, baik secara redaksi maupun masalah, bertujuan agar manusia lebih mampu meresapi kandungan maknanya. Seperti dalam Surah Al-Fatihah.

Pada ayat pertama berbunyi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

Lalu, pada ayat ketiga terdapat pengulangan lafaz yang sama dengan ayat pertama yakni:

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

"Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

Pengulangan di sini hanya terjadi pada redaksi saja, bukan pada hakikat makna. Ini agar manusia lebih meresapi betapa besar kasih sayang Allah kepada manusia.

Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar mengatakan, pada ayat ketiga Surah Al-Fatihah menjelaskan mengenai rahmat dan kasih sayang Allah Ta'ala dalam pemeliharaan dan pendidikan-Nya.

Ayat pertama bertujuan untuk menjelaskan surah itu turun membawa rahmat Allah. Maka itu meski redaksi pada ayat itu diulang ataupun sama, namun memiliki makna yang berbeda.

3. Menunjukkan Kebenaran

Pengulangan ayat juga untuk menunjukkan kebenaran bahwa Al-Qur'an merupakan wahyu yang berasal dari Allah Ta'ala. Ada beberapa hal yang diulang dalam Al-Qur'an, khususnya yang berkaitan dengan kisah.

Pengulangan dalam satu kisah menggunakan redaksi berbeda dan tidak ada kontroversi di dalamnya.

Syekh Muhammad bin Shalih berpendapat, hal ini sangat mustahil dapat dilakukan oleh manusia, kecuali bagi Yang Maha Mengetahui. Seperti kisah Musa pada Surah Thaha ayat 9-14, khususnya dalam kalimat wadi thuwa pada ayat ke-12 Surah Thaha.

اِنِّيْٓ اَنَا۠ رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَۚ اِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ۗ

"Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Thuwa."

Kisah itu terulang dalam Surah An Naml ayat 7-12. Pengulangan itu, meskipun masih pada pembahasan mengenai kehidupan Musa, namun berbeda dalam pemaparan.

Salah satu perbedaan tersebut bisa dilihat pada Surah Thaha, khususnya ayat 11-12. Ayat itu menunjukkan Musa tengah berada di tempat yang diberkahi, maka itu Allah meminta dia untuk melepaskan sandal.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)