Langit7, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat sektor jasa keuangan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, terutama dampak normalisasi kebijakan negara maju dan berbagai tantangan lainnya.
"Kami memperkuat sektor jasa keuangan dalam menjaga momentum Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso dalam Konferensi Pers KSSK: Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2022 dan Perkembangan Makro Ekonomi dan Sektor Keuangan Triwulan IV tahun 2021, Rabu (2/2).
Baca juga: Sri Mulyani: Bauran Kebijakan dan Sinergi Antarlembaga Perkuat Pemulihan EkonomiWimboh menyebutkan, sektor perbankan akan berfokus pada pemulihan intermediasi, terutama mempercepat pembentukan cadangan, sehingga memiliki kekuatan menyambut 2023.
Sementara di pasar modal, lanjut dia, pihaknya akan terus berupaya menjaga ketahanan stabilitas pasar modal dan meningkatkan integritas pasar, serta memberikan ruang lebih kepada masyarakat, terutama pengusaha, baik UMKM maupun besar.
"OJK juga akan terus meningkatkan literasi dan edukasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan," katanya.
Baca juga: Sandiaga Dukung MCEBI Lahirkan Startup dan Wirausaha Muda BaruSecara khusus, taksonomi hijau edisi 1.0 akan menjadi basis OJK untuk mendorong percepatan berbagai agenda global seperti penurunan gas emisi. Hal itu akan menjadi basis bagi seluruh lembaga agar memiliki basis yang sama dalam berbagai sektor di taksonomi hijau.
Pada 2021, pihaknya juga telah memperpanjang program restrukturisasi kredit dan pembiayaan hingga 2023. Juga keringanan pembiayaan di sektor properti, kendaraan bermotor, dan kesehatan.
"Ini adalah hal bagian utama dari jasa keuangan untuk mempercepat pembiayaan atau kredit di sektor jasa keuangan dan juga mendorong percepatan ekonomi hijau," jelasnya.
OJK memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan peningkatan akses keuangan UMKM untuk mencapai target 30 persen pada 2024. Di mana pada triwulan III-2021 telah menyalurkan Rp1,3 triliun kepada 133,9 ribu debitur.
Lebih lanjut, perluasan pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM) juga akan terus dilakukan dan ditargetkan bisa menjadi 100 unit BWM pada tahun ini.
Di samping itu, juga optimalisasi platform UMKMU, yang merupakan e-commerce khusus UMKM yang butuh pendampingan. Dengan target 1.500 UMKM on boarding dan penambahan jumlah produk.
Baca juga: Terbilang Aman, Alasan Masyarakat Beralih ke Properti SyariahOJK juga memberikan dukungan bagi UMKM melalui restrukturisasi kredit pembiayaan, dan telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 3,1 juta debitur.
"OJK berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan dalam upaya menjawab tantangan global maupun domestik. Termasuk melalui peningkatan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung percepatan PEN, khususnya kepada sektor prioritas dan sektor yang membutuhkan dukungan," tambahnya
(zul)