LANGIT7.ID, Surabaya - Rektor Universitas Airlangga Prof Dr Mohammad Nasih mengklaim vaksin Merah Putih merupakan vaksin halal pertama di dunia.
Menurut Nasih, vaksin Merah Putih telah mengantongi sertifikat halal dari MUI.
“Sertifikat halal tersebut berlaku hingga 6 Februari 2026,” ujar Mohammad Nasih dalam seremoni uji klinis vaksin merah yang digelar di Surabaya, Rabu (9/2/2022).
Nasih mengatakan bahwa meski baru diuji klinis tahap I dan II, pihaknya yakin bisa mencapai status edar meski untuk menuju ke tahap edar masih sangat panjang dan terjal.
Baca juga:
Vaksin Merah Putih Akhirnya Masuk Tahap Uji Klinis“Kami perlu kerja sama dari semua pihak. Oleh karena itu, dukungan dan kerja sama kami mohon untuk dapat terus mengalir agar vaksin ini dapat berkontribusi pada penanganan pandemi Covid-19,” paparnya.
Dalam proses pengembangannya, vaksin merah putih memang menjadi hasil kolaborasi dari berbagai pihak. Tidak hanya UNAIR, namun juga Kementerian Kesehatan RI, RSUD Dr. Soetomo, Badan Riset dan Advokasi Nasional (BRIN), BPOM, Biotis.
“Berbagai kolaborasi dan kontribusi yang kami lakukan di UNAIR ini ikhlas untuk kemajuan dan kemanusiaan. Sesuai dengan tekad untuk berkontribusi signifikan di tingkat lokal, nasional, dan global,” katanya.
Seperti diberitakan, vaksin Merak Putih buatan Indonesia masuk tahap uji klinis. Vaksin buatan Universitas Airlangga, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, BRIN, Kemenkes, BPOM dan PT Biotis tersebut mulai uji coba dengan melibatkan 90 orang untuk di uji klinis.
Baca juga:
Pemerintah Dorong Produksi Vaksin Merah Putih untuk Donasi InternasionalSetelah uji klinis tahap pertama, akan dilanjutkan pada tahap kedua 11 April 2022 mendatang dengan melibatkan 400 orang.
"Setelah dilakukan vaksinasi, nantinya akan dipantau 1 tahun kedepan untuk melihat dampak pemberian vaksin ini," ujar Mohammad Nasih.
(sof)